KUNJUNGAN wisatawan Indonesia ke Korea didominasi wisatawan muslim. Kebutuhan informasi dan fasilitas ramah muslim pun semakin tinggi. Korea Tourism Organization (KTO) menyiapkan beberapa langkah untuk meningkatkan minat pariwisata ramah muslim di Indonesia.
Berdasarkan data kunjungan tahun lalu, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea mencapai 365.596 wisatawan. Angka tidak hanya menempatkan Indonesia di peringkat ke-9 dunia sebagai penyumbang wisatawan mancanegara ke Korea, dan peringkat ke-4 terbesar di kawasan ASEAN. Tapi juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah hubungan pariwisata kedua negara.
Melihat tingginya jumlah kunjungan tersebut, mendukung wisata ramah muslim menjadi salah satu misi penting KTO. Direktur KTO Jakarta Office, Kim Jisun mengatakan dalam beberapa tahun terakhir terdapat perkembangan infrastruktur untuk wisatawan muslim, mulai dari bertambahnya jumlah restoran ramah muslim serta fasilitas ruang ibadah dan layanan lainnya. "Saat ini Korea lebih ramah dan mudah diakses," ujarnya di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.
Sementara untuk memperkenalkan wisata ramah muslim kepada wisatawan Indonesia mulai bergeser ke arah pendekatan kreatif dengan menggandeng brand fashion dan lifestyle Buttoscarves. Misalnya visual storytelling melalui produksi miniseri konten perjalanan di Seoul dan wilayah sekitarnya, yang akan mengajak penonton menyusuri sudut-sudut kota ikonik, rekomendasi kuliner halal tersembunyi, hingga titik-titik belanja yang nyaman bagi pelancong muslim.
"Melalui kerja sama ini, kami ingin memperkenalkan Korea bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai negara yang nyaman, menginspirasi, dan kaya akan budaya. Kami berharap inisiatif ini dapat semakin mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea.," ujar Kim Ji sun.
CEO Buttonscarves, Linda Anggrea, mengaku kerap terinspirasi dari pengalaman-pengalaman bepergian ke Korea. Salah satunya saat musim sakura di Seoul yang menjadi inspirasi koleksi Seoul Series yang diluncurkan pada 2025. Namun dalam kolaborasi kali ini, ia akan mengeksplorasi kota-kota lain yang menunjukkan sisi lain Korea. "Kami ingin menunjukkan dan memberikan inspirasi yang lebih luas kepada audiens," ujarnya.
Tak hanya itu, menurut Linda, Korea juga salah satu destinasi yang dekat dengan perempuan Indonesia. Tidak hanya melalui budaya dan lifestyle yang inspiratif, tetapi juga melalui perkembangan fashion yang unik dan dicintai di seluruh dunia. "Kami ingin menghadirkan koleksi yang dapat menemani perempuan di setiap perjalanan mereka, menghadirkan perpaduan antara gaya, kenyamanan dan keragaman dalam satu kesatuan
yang timeless,” katanya.
Imanda Zahwa berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Korea Selatan Makin Serius Menggarap Wisata Ramah Muslim


















































