Anak Harimau di Kebun Binatang Bandung Mati, Diduga Terinfeksi Virus Feline Panleuk

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hara, seekor anak Harimau Benggala berusia 8 bulan di Kebun Binatang Bandung mati akibat terpapar virus Feline Panleukopenia yang berasal dari pasangan induknya Shah Rukh Khan dan Jelita belum lama ini. Hara memiliki saudara kembar bernama Huru.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kronologi Hara seekor anak harimau Benggala mati berawal dari induknya yang merupakan pembawa atau carrier virus. Ia menyebut kedua ekor anak harimau Benggala itu sejak lahir sudah terinfeksi.

"Ini virus khas keluarga kucing besar. Keduanya sudah terinfeksi sejak lahir yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan (pertolongan)," ucap dia di sela-sela meninjau Terminal Leuwipanjang, Rabu (25/3/2026).

Ia membantah seekor anak harimau Benggala mati karena tidak terawat. Akan tetapi melainkan terinfeksi virus panleukopenia yang dibawa oleh induknya dan membuat penurunan sel darah putih. Saat ini, satu ekor anak harimau lainnya Huru yang terinfeksi telah dipisahkan.

"Ya, dipisahkan. Induknya selamat, satu anak selamat, satu lagi sangat lemah sejak lahir," kata dia.

Dengan peristiwa itu, ia menyebut keselamatan dan kesehatan satwa merupakan tanggung jawab bersama mulai dari pemerintah pusat hingga kota. Ia memastikan peristiwa itu tidak menggangu kesejahteraan hewan lain.

"Virus ini memang khas pada kucing besar dan sulit diselamatkan jika sudah terinfeksi. Induknya sudah kebal, tetapi anaknya lemah," ungkap dia.

Ia memastikan petugas 100 persen berjaga di Kebun Binatang Bandung dan semua kondisi satwa terpantau. "Tidak ada yang ditelantarkan. Nama virusnya adalah panleukopenia, penyakit virus yang menyerang keluarga feline," ungkap dia.

Farhan melanjutkan kondisi induk dan satu anak harimau Benggala yang terinfeksi saat ini dalam kondisi membaik dan tidak mengalami diare, muntah serta lebih aktif. Pihaknya sudah memberikan pengobatan mulai dari antibiotik, larutan dehidrasi oral, antivirus dan suplemen imun.

"Kondisi terbaru pukul 14.19 WIB, kondisi membaik dibanding kemarin. Diare sudah tidak ada, tidak muntah, dan lebih aktif," ungkap dia.

Ia mengatakan lima orang dokter memantau perkembangan harimau benggala dan diketahui sudah melewati masa kritis 72 jam. Setelah itu cenderung membaik.

"Makan sudah mulai masuk dengan bantuan keeper, dan secara bertahap ditingkatkan," kata dia.

Ia mengatakan virus itu merupakan yang perlu diwaspadai pengelola Kebun Binatang. "Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang," ungkap dia.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |