Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan sebanyak 75 persen dari total 956 emiten di pasar modal Indonesia dapat memenuhi ketentuan minimum free float saham sebesar 15 persen pada tahun pertama penerapan aturan tersebut. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan ketentuan minimum free float sebesar 15 persen dilakukan secara bertahap selama tiga tahun, mulai Maret 2026.
"Dari sisi market cap, kita targetkan mungkin total jumlah emitennya akan mencapai sekitar 75 persen yang bisa kita dorong ke 15 persen pada tahun pertama dari total 960-an emiten," ujar Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Sampai saat ini, Hasan mengatakan baru sekitar 60 persen emiten eksisting yang telah memenuhi ketentuan minimum free float sebesar 15 persen.
"Sekarang angkanya 60-an persen, jadi ada peningkatan yang kita harapkan sekitar 10–15 persen bertambah. Dari sisi jumlah ya," ujar Hasan.
Terkait respons para emiten, Hasan mengungkapkan sejauh ini belum ada emiten yang mengajukan aksi delisting karena ketidakmampuan mengikuti ketentuan minimum free float 15 persen.
Sebaliknya, ia mengatakan ketentuan terbaru minimum free float 15 persen mendapatkan dukungan penuh dari para emiten di pasar modal Indonesia.
"Belum ada. Sampai sekarang mereka sangat mendukung. Dan kami akan melihat case by case, artinya ada concern apa dari masing-masing, termasuk upaya memberikan kesempatan dan waktu yang cukup karena proses ini harus melalui fase aksi korporasi lewat mekanisme penyelenggaraan RUPS dan sebagainya," ujar Hasan.
sumber : ANTARA

1 hour ago
2
















































