Rumah warga yang mengalami kebakaran berulang selama dua hari terakhir dipasang garis polisi melintang, Ahad (24/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Fenomena kemunculan titik api misterius di rumah warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih terus terjadi hingga hari keenam sejak pertama kali muncul. Meski septic tank yang diduga menjadi sumber masalah telah dibongkar, api masih muncul secara acak di berbagai sudut rumah milik Agus Yani tersebut.
Berdasarkan catatan warga, sudah terjadi 39 kali kebakaran kecil terjadi di dalam rumah berlantai dua itu. Api muncul tiba-tiba dan membakar benda-benda di sekitarnya, mulai dari handuk, kasur, sofa hingga perabot rumah tangga lainnya.
Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Api kembali muncul dan membakar sebuah handuk merah yang digantung di gagang pintu kamar tengah. Kondisi tersebut membuat penghuni rumah terus waspada dan berjaga setiap malam.
Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, menyebut secara geologi wilayah Seyegan tidak memiliki karakteristik yang mendukung adanya potensi gas alam bawah permukaan. "Wilayah Seyegan dan sekitarnya didominasi oleh Endapan Merapi Muda berupa pasir vulkanik, tuf, abu vulkanik, breksi, dan sedimen aluvial hasil aktivitas Gunung Merapi. Litologi vulkanik muda tersebut pada umumnya berupa material lepasan dan tidak memiliki kemampuan menjadi batuan sumber maupun perangkap hidrokarbon yang dibutuhkan dalam sistem hidrokarbon," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan kondisi struktur geologi regional, kawasan Seyegan juga tidak dikenal memiliki struktur geologi utama seperti sesar aktif, lipatan, maupun cekungan sedimen yang berpotensi membentuk sistem akumulasi gas bawah permukaan. "Dengan demikian, secara geologi regional wilayah tersebut tidak menunjukkan karakteristik yang mendukung adanya potensi gas alam," ujarnya.
Meski demikian, Anna mengatakan fenomena munculnya titik api sporadis dapat dipengaruhi berbagai faktor, baik lingkungan, keberadaan material mudah terbakar, kemungkinan akumulasi gas organik dalam skala lokal, maupun faktor teknis non-geologi. "Menurut pengamatan di lapangan adanya akumulasi gas metana dari septic tank," katanya.

1 hour ago
2

















































