Taklimat media APBN KiTa edisi September di Kementerian Keuangan, Jumat (18/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Defisit tersebut turun 25,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp321,6 triliun atau 1,35 persen terhadap PDB.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kinerja APBN hingga akhir Agustus masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target. Selain defisit yang terkendali, keseimbangan primer APBN mencatat surplus Rp154 triliun.
“Hingga akhir Agustus kinerja APBN kita kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap terkendali, berarti perjalanan APBN-nya relatif on track,” kata Suahasil dalam taklimat media APBN KiTa edisi September di Kementerian Keuangan, Jumat (18/9/2026).
Pendapatan negara hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65,2 persen dari target Rp3.153,6 triliun. Pendapatan tersebut tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penerimaan pajak mencapai Rp1.409 triliun atau tumbuh 24,1 persen. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen. Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp435,1 triliun atau tumbuh 41,7 persen.
Suahasil juga menyinggung pengelolaan restitusi pajak yang belakangan menjadi perhatian. Dia memastikan proses restitusi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya ingin sampaikan manajemen restitusi dilakukan dengan ketentuan yang ada sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Suahasil.
Dia mengatakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tetap menjalankan manajemen restitusi sesuai aturan. Pemerintah juga meminta pelaku usaha memenuhi ketentuan dalam pengajuan restitusi.
“Kalau merupakan hak dari pelaku usaha, pasti akan diberikan. Ini sudah saya sampaikan kepada Dirjen Pajak supaya dilakukan penanganan manajemen restitusi, termasuk komunikasi atas manajemen restitusi yang kita jalankan,” katanya.

5 hours ago
4















































