Elon Musk Bilang Mau Bikin Film The Odyssey Versi Grok AI

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elon Musk menyatakan alat Al miliknya, Grok Imagine, akan mampu membuat film panjang The Odyssey yang diklaim akurat secara historis dan tetap setia pada karya Homer. Musk menjanjikan film Al The Odyssey miliknya akan rampung pada akhir tahun 2026.

Hal itu diungkap dalam unggahan terbaru di X, di mana Musk juga membagikan sebuah video AI berdurasi sekitar tiga menit tentang The Odyssey yang dibuat oleh pengguna X. "Sebelum tahun ini berakhir, Grok Imagine akan membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara historis dan sesuai dengan karya seni Homer," kata Musk seperti dilansir laman Variety, Rabu (22/7/2026).

Namun demikian, klaim mengenai akurasi historis tersebut dinilai sangat membingungkan. Pasalnya, The Odyssey merupakan puisi epik Yunani kuno karya Homer yang berusia hampir 2.800 tahun dan secara umum dianggap sebagai karya fiksi.

Kisah tersebut bahkan menampilkan berbagai unsur mitologi, seperti Cyclops sang monster berkepala enam, serta seorang penyihir yang mengubah para pelaut menjadi babi. Karena itulah, pernyataan sesumbar Musk mengenai akurasi historis dalam adaptasi tersebut dinilai sulit diterapkan.

Pernyataan Musk tersebut juga dikaitkan dengan kritik yang sebelumnya ia lontarkan terhadap film The Odyssey garapan Christopher Nolan. Sebelum film dirilis, Musk menjadi salah satu tokoh yang paling vokal mengkritik pemilihan Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troya.

Pada Maret, ia menuduh Christopher Nolan rasis dan anti-kulit putih. Musk juga menyebut sang sutradara memilih Nyong'o hanya demi mengejar penghargaan.

"Chris Nolan adalah seorang rasis anti-Kulit Putih. Ia hanya memilih Nyong'o karena menginginkan penghargaan," kata Musk kala itu.

Terlepas dari semua keluhan Musk tentang The Odyssey, film epik garapan Christopher Nolan berhasil mencatat debut box office yang impresif dengan meraup 264,1 juta dolar AS (Rp4,7 triliun) secara global pada akhir pekan pembukaannya. Angka tersebut terdiri atas 124 juta dolar AS dari pasar Amerika, serta 139,6 juta dolar AS dari 73 negara dan wilayah.

Capaian ini juga menjadi debut global terbesar sepanjang masa Christopher Nolan, melampaui The Dark Knight Rises yang meraih 249 juta dolar AS, The Dark Knight sebesar 198 juta dolar AS, serta Oppenheimer yang mengumpulkan 180 juta dolar AS pada pekan pembukaannya. Seluruh angka tersebut belum disesuaikan dengan inflasi.

Keberhasilan ini dinilai mengesankan karena The Odyssey merupakan film petualangan bergaya sword-and-sandal berdurasi hampir tiga jam, genre yang kini jarang diproduksi. Selain itu, film ini juga memperoleh rating R yang membatasi usia penonton sehingga berpotensi mempersempit pasar.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |