Eropa Mau Putus dari Rusia, Spanyol Malah Borong Gas Moskow

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID — Upaya Uni Eropa melepaskan diri dari energi Rusia menghadapi paradoks baru. Hanya beberapa bulan sebelum blok tersebut menutup pintu bagi impor gas alam cair Rusia, Spanyol justru meningkatkan pembelian gas dari Moskow secara tajam.

Impor gas alam Rusia ke Spanyol mencapai 37.172 gigawatt hour (GWh) selama Januari-Juni 2026. Angka itu meningkat 41,8 persen dibandingkan 26.208 GWh pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagaimana dilaporkan media Spanyol El Pais pada Selasa, 1 September 2026, peningkatan tersebut terjadi setelah konflik Amerika Serikat-Iran dan blokade Selat Hormuz mengubah secara drastis arus perdagangan gas menuju Spanyol. Operator energi kemudian meningkatkan penggunaan pasokan Rusia untuk menutup sebagian kekosongan yang ditinggalkan Qatar dan sejumlah pemasok lain.

Data itu bersumber dari CORES, lembaga cadangan strategis produk minyak bumi Spanyol yang berada di bawah pengawasan Kementerian Transisi Ekologi dan Tantangan Demografi.

Kenaikan impor Rusia menjadi semakin mencolok karena kebutuhan impor gas Spanyol secara keseluruhan tidak melonjak dengan tingkat yang sama. Estrella Digital, juga pada Selasa, 1 September 2026, melaporkan berdasarkan data CORES bahwa total impor gas Spanyol selama enam bulan pertama 2026 berada di sekitar 189.091 GWh, hampir tidak berubah dibandingkan setahun sebelumnya.

Artinya, fenomena yang terjadi bukan semata-mata ledakan konsumsi gas di Spanyol. Yang berubah secara signifikan adalah asal pasokannya. Rusia mengambil bagian lebih besar dari pasar ketika jalur pasokan dari Timur Tengah terganggu.

Rusia Mengisi Ruang Qatar

Selat Hormuz menjadi kunci untuk memahami perubahan tersebut. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu merupakan salah satu titik paling strategis perdagangan energi dunia. Qatar sangat bergantung pada Hormuz untuk mengirim LNG ke pasar internasional.

Ketika perang Amerika Serikat-Iran pecah pada akhir Februari dan pelayaran di Hormuz terganggu, ekspor LNG Qatar mengalami pukulan luar biasa. Reuters pada Rabu, 26 Agustus 2026, melaporkan ekspor LNG Qatar selama enam bulan pertama perang anjlok sekitar 96 persen. Berdasarkan data perusahaan intelijen energi ICIS yang dikutip Reuters, Qatar hanya berhasil mengirim 18 kargo LNG, dibandingkan 509 kargo pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelum perang, Qatar memasok sekitar seperlima LNG yang diperdagangkan dunia setiap hari. Gangguan itu sangat penting bagi Eropa. Qatar selama bertahun-tahun menjadi salah satu alternatif yang memungkinkan negara-negara Eropa mengurangi ketergantungan terhadap Rusia.

Namun perang menghasilkan ironi geopolitik: ketika Eropa hendak meninggalkan gas Rusia karena perang Ukraina, konflik lain di Timur Tengah justru mengganggu salah satu pemasok alternatif terpentingnya.

El Pais pada Selasa, 1 September 2026, melaporkan bahwa Spanyol tidak memperoleh pengiriman baru dari Qatar sejak krisis dimulai. Dalam akumulasi semester pertama, pasokan Qatar ke Spanyol turun 100 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

Operator energi kemudian mencari pasokan yang tidak membutuhkan pelayaran melalui Hormuz. LNG Rusia dari kawasan Arktik menjadi salah satu pilihan yang masih tersedia. Rusia pun kembali mengambil ruang. Dalam enam bulan pertama 2026, Rusia menyumbang sekitar 19,7 persen gas impor Spanyol, meskipun masih berada di bawah Aljazair dan Amerika Serikat. Aljazair tetap menjadi pemasok terbesar dengan 64.230 GWh selama Januari-Juni.

Maret Pecahkan Rekor

Jejak krisis Hormuz paling jelas terlihat pada Maret. Spanyol menerima 9.807 GWh gas Rusia pada bulan tersebut. Menurut El País pada Selasa, 1 September 2026, angka itu merupakan volume gas Rusia bulanan terbesar sepanjang seri pencatatan Spanyol.

Data CORES untuk Maret menunjukkan Rusia ketika itu memasok sekitar 26 persen impor gas Spanyol. Aljazair menyumbang sekitar 30 persen dan Amerika Serikat juga sekitar 30 persen.

Lonjakan Maret terjadi segera setelah pecahnya perang Amerika Serikat-Iran. Ketakutan bahwa gangguan Hormuz akan semakin parah mendorong para operator mengamankan kargo lebih awal untuk mengurangi risiko kekurangan pasokan maupun lonjakan harga.

Tetapi Hormuz bukan satu-satunya penyebab. Maret sekaligus merupakan bulan penuh terakhir sebelum pembatasan baru Uni Eropa atas kontrak LNG Rusia jangka pendek mulai berlaku.

Dewan Uni Eropa menetapkan bahwa untuk kontrak LNG Rusia jangka pendek yang sudah ada sebelumnya, larangan mulai berlaku pada 25 April 2026. Sementara kontrak LNG Rusia jangka panjang memperoleh periode transisi hingga 1 Januari 2027. Ketentuan itu merupakan bagian dari penghentian bertahap impor gas Rusia yang diadopsi Uni Eropa.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |