Gelombang Tinggi Ancam Sejumlah Perairan, BMKG Keluarkan Peringatan

6 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga mencapai empat meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026. Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama kapal nelayan, kapal tongkang, dan kapal penyeberangan.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo meminta operator transportasi laut, nakhoda, hingga nelayan tradisional memperhatikan kondisi cuaca dan batas aman operasional kapal sebelum melaut.

“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi,” kata Eko dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

BMKG menjelaskan, perahu nelayan berisiko tinggi apabila beroperasi pada kecepatan angin di atas 15 knot dengan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang rentan menghadapi gangguan ketika kecepatan angin melampaui 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter.

Adapun kapal feri penyeberangan diminta waspada jika kecepatan angin mendekati 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Untuk kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, risiko meningkat ketika angin melebihi 27 knot dengan tinggi gelombang di atas empat meter.

BMKG mencatat wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter meliputi Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, dan Samudra Hindia barat Aceh. Kondisi tersebut dipicu oleh pergerakan angin yang mencapai kecepatan hingga 25 knot.

Selain itu, gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan lain, antara lain Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.

BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan oleh gelombang tinggi.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |