Gunung Dukono di Malut Erupsi, Status Level Waspada, Kota Tobelo Berisiko Terdampak

1 hour ago 1

Tangkapan layar kamera CCTV yang memperlihatkan kolom abu vulkanik membumbung ke langit keluar dari kawah Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Rabu (3/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara masih tinggi dan berada pada status level II atau waspada. Gunung yang terletak di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo ini tercatat sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025.

Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan Gunung Dukono kembali mengalami peningkatan erupsi magmatik eksplosif cukup intensif. Sejak awal tanggal 30 Maret 2026 terjadi 199 kali erupsi dengan ketinggian kolom erupsi 50-400 meter dari puncak.

"Erupsi terbaru tercatat terjadi pada tanggal 8 Mei 2026 pukul 07.41 WIT disertai suara dentuman lemah-kuat, terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 34 mm dan durasi 967.56 detik," ucap dia melalui keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).

Ia menyebut kolom erupsi yang diamati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak. Sedangkan arah sebaran abu condong ke arah utara.

Karena itu, Lana mengatakan perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik. Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap kesehatan masyarakat dan gangguan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.

"Aktivitas erupsi secara visual dan kegempaan teramati meningkat kembali sejak 29 Maret 2026, rata-rata terjadi 95 kejadian erupsi," kata dia.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |