Harga Ayam Tembus Rp50.000/Kg, Pemprov Sumut Turunkan Tim Pantau Pasar

9 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional yang kini menembus Rp50.000 per kilogram. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut langsung diterjunkan untuk memantau kondisi di lapangan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengungkapkan bahwa harga daging ayam di Medan saat ini berkisar antara Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Pemantauan ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sumut.

"Arahan bapak Gubernur jelas, pemerintah harus hadir dan mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan. Jangan hanya melihat angka dari laporan. Kita cek langsung harga, stok, pasokan, dan rantai distribusinya," jelas Dedi di Medan, Jumat.

Tim Gabungan Sidak Pasar

TPID Sumut menurunkan tim gabungan untuk memantau langsung harga, ketersediaan stok, serta kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan barang penting di pasar tradisional Medan pada Kamis (27/8). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau masyarakat.

Selain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pemantauan ini juga melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Biro Perekonomian Setdaprov Sumut. Tim juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Perum Bulog, Satuan Tugas Pangan, dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Komoditas Strategis Dipantau

Selain harga daging ayam ras, TPID Sumut juga turut memantau sejumlah komoditas strategis yang berpengaruh terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Komoditas tersebut antara lain daging sapi, beras, minyak goreng, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, ikan dencis, ikan tongkol, bawang merah, dan tomat.

"Khusus daging ayam ras, TPID Sumut memberikan perhatian lebih serius karena lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir berada jauh di atas harga acuan pembelian yang ditetapkan pemerintah," tutur Dedi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |