REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Pada Senin (30/3/2026) waktu Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur. Keluarga mengenang anggota Kopassus tersebut sebagai sosok yang rajin beribadah.
Kapten Zulmi gugur saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
Namanya . Ia adalah anggota Grup 2 Kopassus/Para Komando asal Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (KONGA) XVIII-S untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pasukan perdamaian Indonesia yang ditempatkan di Lebanon Selatan.
Berpulangnya Kapten Zulmi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Almahrum meninggalkan seorang istri dan kedua anaknya yang masih berusia 5 dan 1 tahun. Doa pun dilangitkan dari para pelayat yang datang untuk almahrum. Begitupun ucapan duka lewat karangan buka yang memenuhi kediamannya di Kota Cimahi.
"Pastinya kami kehilangan. Almahrum merupakan sosok kebanggaan keluarga. Baik banget dan rajin," tutur kakak sepupu mendiang Kapten Zulmi, Risman Efendi di rumah duka, Rabu (1/4/2026).
Doa-doa yang terus mengalir untuk Kapten Zulmi tentunya sangat berdasar karena mendiang dikenal merupakan sosok yang rajin beribadah. Sebelum gugur, kata Risman, almarhum sempat menunaikan ibadah umrah pada Januari 2026 bersama istrinya.
"Alhamdulillah beliau baru pulang umrah berangkat dari Lebanon, istrinya dari Indonesia. Beliau sosok yang saleh, rajin ibadahnya," kata Risman.
Kapten Zulmi, kata dia, juga sempat mengungkapkan kerinduannya terhadap kedua anaknya yang sudah lama tidak bertemu. Ia sudah berada di Lebanon untuk misi perdamaian sejak setahun lalu, dan semestinya Mei mendatang pulang ke Tanah Air karena tugasnya selesai. Namun takdir berkata lain
"Katanya rindu dengan keluarfanya, terutama kedua anaknya. Sudah setahun di sana dan rencananya Mei itu pulang ke Indonesia," ujar Risman.
Sebelum diberangkatkan dalam misi perdamaian di Lebanon, prajurit Akademi Militer (Akmil) angkatan tahun 2015 yang berdinas di Grup 2 Kopassus/Para Komando itu beberapa kali bertugas di Papua. Sebelum akhirnya mendapat tugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

8 hours ago
5
















































