Iqbaal Ramadhan Berburu Kamera Analog hingga Thailand

6 hours ago 5

Di balik riuh rendah sorot lampu panggung, Iqbaal Ramadhan punya cara sendiri mengabadikan dunia di sekitarnya lewat gulungan pita seluloid. Aktor sekaligus musisi ini mendalami hobi fotografi analog. Bagi dia, fotografi bukan sekedar menekan tombol rana, melainkan medium merekam realita secara personal.

Belakangan, Iqbaal mengakui ketertarikannya mulai merambah ke ranah videografi analog. "Saya suka foto fotografi dan hal-hal yang berbau analog terutama ya. Jadi ngulik di bagian analog fotografi pun juga dengan udah mulai merambah ke video juga", ujarnya saat mengunjungi kantor Tempo di Jakarta, pada Kamis 7 Mei 2026.

Dari Impulsif Menjadi Selektif

Kecintaan Iqbaal pada kamera analog sempat melewati fase pasang surut. Seperti pemula pada umumnya, ia mengaku pernah terjebak di pusaran impulsif mengoleksi berbagai jenis kamera. Namun, ia menyadari menumpuk barang tanpa menggunakannya secara maksimal adalah sia-sia. Sebagian koleksinya sudah berpindah tangan, hingga hanya tersisa yang benar-benar masih sering digunakan. Kamera-kamera itu kini tersimpan rapi di dalam drybox yang wajib dibersihkan setiap hari. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Salah satu pengalaman tak terlupakan yang mewarnai perjalanannya dengan kamera analog adalah saat berburu kamera dan perlengkapannya hingga Thailand. Ia sempat diajak penjual kamera ke workshop pribadi di Bangkok. Selama perjalanan menuju lokasi itu, ia mengaku takut dan khawatir, apalagi tidak mengerti bahasa Thailand.

Ketakutannya sirna, ketika ia menemukan kamera legendaris Contax G2 yang sempat populer di kalangan selebritas Hollywood. "Dia punya dua kardus brand new in box," ujar pemeran Bona dalm film Monster Pabrik Rambut. Kamera rangefinder legendaris asal Jepang ini dikenal memiliki akurasi tinggi dan kualitas lensa Zeiss yang tajam. 

Membidik Momen di Balik Layar 

Bagi Iqbaal fotografi bukan sekadar hasil gambar, tapi cara menangkap momen yang tidak bisa dilihat banyak orang. Misalnya momentum di balik layar, baik saat mengulik proses kreatif di studio musik dan area backstage. Termasuk momen saat menghadiri sesi pembacaan naskah, hingga situasi di dalam lokasi syuting film.

Momen-momen intim tersebut, kata dia, merekam hal-hal langka yang tidak mungkin bisa dilihat oleh orang luar selain dirinya sendiri. Ditambah penggunaan kamera analog yang prosesnya lebih personal dan penuh pertimbangan karena jumlah frame yang terbatas. 

"Hal-hal yang yang saya rasa saya bisa lihat dan nggak semua orang punya privilege untuk melihat itu, saya coba capture lewat foto," kata Iqbaal.

Andara Angesti berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Kisah Pekerja Kerah Biru dalam Film Monster Pabrik Rambut

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |