Kesadaran Kebersihan Diri Remaja Perlu Dimulai Sejak Pubertas

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa pubertas tidak hanya ditandai dengan perubahan fisik dan emosional, tetapi juga meningkatnya kebutuhan menjaga kebersihan diri. Aktivitas yang padat serta perubahan biologis membuat remaja perlu memahami pentingnya sanitasi personal untuk menjaga kesehatan kulit dan area sensitif.

Memasuki usia pubertas, tubuh remaja mengalami berbagai perubahan biologis yang memengaruhi pola perawatan diri sehari-hari. Produksi keringat yang meningkat, aktivitas fisik yang lebih tinggi, hingga perubahan hormonal membuat kebersihan personal menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan.

Kurangnya perhatian terhadap sanitasi diri dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan ringan, mulai dari iritasi kulit, rasa tidak nyaman akibat kelembapan berlebih, hingga pertumbuhan bakteri dan jamur pada area sensitif.

Karena itu, edukasi mengenai kebiasaan hidup bersih perlu mulai dikenalkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan kemandirian remaja. Tidak hanya terkait kebersihan tubuh, tetapi juga pemahaman mengenai cara merawat perlengkapan pribadi yang digunakan sehari-hari.

Salah satu hal yang kerap terlewat adalah pentingnya menjaga kebersihan pakaian dalam secara tepat dan higienis. Padahal, pakaian dalam menjadi bagian yang bersentuhan langsung dengan area sensitif tubuh sehingga memerlukan penanganan berbeda dibanding pakaian biasa.

Pemisahan pakaian dalam dari pakaian luar saat proses pencucian menjadi salah satu langkah dasar untuk mengurangi risiko kontaminasi silang dari debu maupun bakteri yang menempel pada pakaian sehari-hari. Selain itu, noda biologis seperti darah menstruasi juga membutuhkan penanganan khusus karena memiliki kandungan protein yang sulit dibersihkan menggunakan deterjen biasa.

Sejumlah produk pembersih kini mulai dikembangkan dengan formula berbasis enzim protease yang membantu mengurai noda protein tanpa merusak serat kain. Penggunaan agen antimikroba juga dinilai membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada area lembap yang kerap memicu bau tidak sedap.

Selain faktor kebersihan, pemilihan produk yang lebih ramah kulit juga menjadi perhatian. Remaja dianjurkan menghindari bahan dengan kandungan pemutih, paraben, maupun pewangi menyengat untuk meminimalkan risiko alergi dan iritasi kulit.

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sanitasi personal turut mendorong hadirnya berbagai inovasi produk kebersihan rumah tangga. Salah satunya dilakukan oleh brand lokal Clogent yang mengembangkan produk pembersih khusus untuk membantu menjaga higienitas pakaian dalam.

Owner Clogent, Jeremy Muliawan Mario, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap solusi kebersihan kini semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran hidup sehat dan praktis.

“Kebersihan rumah pada dasarnya bukan sekadar rutinitas mekanis, tetapi merupakan bagian integral dari kenyamanan hidup sehari-hari. Karena itu, Clogent secara konsisten terus berfokus menghadirkan berbagai solusi kebersihan yang praktis dan relevan dengan tuntutan masyarakat modern saat ini,” ujar Jeremy.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |