Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi Seluruhnya Perempuan

3 hours ago 1

KEPOLISIAN mulai mengidentifikasi para korban tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dan kereta Commuter Line jurusan Kampung Bandan–Cikarang. Tim dokter kini memeriksa jenazah para korban di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kramat Jati.

Kepala RS Bhayangkara Kramat Jati Brigadir Jenderal Prima Heru Yulihartono mengatakan, rumah sakit telah menerima sepuluh kantong jenazah korban hingga Selasa, 28 April 2026. “Seluruhnya perempuan,” kata Heru.

Hingga kini, kepolisian baru menerima tujuh laporan dari keluarga penumpang. Polisi meminta keluarga penumpang yang merasa anggota keluarganya belum ditemukan agar segera melapor.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 14 orang meninggal dalam insiden tersebut. Direktur Utama KAI Bobby mengatakan seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. “Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Bobby.

Selain korban meninggal, sebanyak 84 orang mengalami luka-luka. Petugas mengevakuasi mereka ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban luka dirawat di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, dan RS Mitra Keluarga.

Seluruh korban meninggal dan luka-luka merupakan penumpang kereta Commuter Line. Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Petugas di lokasi juga telah mengamankan seluruh barang milik penumpang yang menjadi korban. Bobby mengatakan, pendataan dan pengelolaan barang dilakukan secara terkoordinasi bersama kepolisian untuk mendukung proses identifikasi. “Pendataan dan pengelolaan barang akan dilakukan secara terkoordinasi bersama kepolisian untuk mendukung proses identifikasi,” kata Bobby.

Insiden itu bermula saat kereta Commuter Line berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. Kereta tersebut berhenti karena gangguan di jalur depan, setelah terjadi tabrakan antara kereta dari arah berlawanan dan sebuah taksi.

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan langsung menghantam badan kereta tersebut. Benturan keras itu membelah gerbong khusus wanita pada rangkaian kereta Commuter Line.

Pilihan Editor: Mengapa Perlintasan Kereta Api Rawan Kecelakaan?

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |