Lelang Pengelola Bandung Zoo Dibayangi Translokasi Satwa

2 hours ago 1

PEMERINTAH Kota Bandung sejauh ini belum berhasil mendapatkan pengelola baru Kebun Binatang Bandung alias Bandung Zoo. Akibatnya, selain berdampak pada pasokan pakan, sekitar 700-an satwa koleksinya juga akan ditranslokasi atau dipindahkan dari Bandung Zoo ke tempat lain.

Kondisi itu terkait dengan memorandum of understanding (MoU) antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Wali Kota Bandung yang resmi berakhir pada 5 Mei 2026. Perjanjian itu berlaku selama tiga bulan di masa transisi pengelolaan Bandung Zoo sejak Kemenhut mencabut izin Yayasan Margasatwa Tamansari.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Saat kekosongan pengelola itu, Kemenhut menanggung biaya pakan satwa, sementara Pemerintah Kota Bandung membayar gaji 100-an orang karyawan kebun binatang dan menggelar lelang pengelola Bandung Zoo. 

 “Jika tidak ada pengelola baru hasil lelang sebagaimana rencana yang tertuang di MoU selama tiga bulan, untuk tetap menjamin keselamatan satwa, maka langkah yang akan diambil Kemenhut adalah melakukan translokasi satwa dilindungi dan endemik, satwa-satwa prioritas, serta satwa titipan ke lembaga konservasi dan pusat rehabilitasi satwa,” kata Eri Mildranaya, Humas Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar), kepada Tempo, Senin, 4 Mei 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan sesuai jadwal proses pendaftaran lelang pengelola Bandung Zoo akan ditutup pada 10 Mei 2026. Pihaknya telah mengundang 85 lembaga atau pihak potensial untuk mengikuti proses seleksi. ”Yang sudah memberi sinyal minat, kalau tidak salah baru sekitar empat,” Farhan dalam keterangannya, Minggu, 3 Mei 2026.

Untuk mengantisipasi minimnya jumlah pendaftar, Pemerintah Kota Bandung telah mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk memperpanjang tenggat pendaftaran selama satu bulan sejak 6 Mei. 

Pengelola Gembira Loka Zoo Yogyakarta kepada Tempo mengaku berminat ikut lelang pengelola Bandung Zoo. Mereka mengirim perwakilan ke Bandung untuk hadir di acara paparan rencana lelang yang dinamakan sounding market di sebuah hotel pada 13 April 2026.

Setelah forum itu, menurut Direktur Utama Gembira Loka Zoo Tirtodiprojo, akan diumumkan lelang secara terbuka melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandung. “Kami disuruh mengecek terus, sampai sekarang tidak ada pengumuman yang dibuka,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 5 Mei 2026. 

Tanpa pengumuman lelang, menurut Tirto, pihaknya tidak tahu bagaimana cara harus mendaftar, ditujukan ke siapa, dan bentuk kerja samanya seperti apa.  Dia mempertanyakan soal informasi dan tata cara lelang bagi calon pengelola Bandung Zoo yang disinyalir tertutup. “Kalau memang maunya Pemerintah Kota Bandung seperti itu silakan saja,” ujarnya. 

Sebelum memutuskan untuk ikut lelang, Tirto mengatakan ingin mengetahui apakah masalah hukum Bandung Zoo sudah selesai, seperti soal tanah. Kemudian kepastian tentang klaim aset oleh pemerintah Kota Bandung, tentang karyawan, dan status satwa. “Satwa yang dilindungi adalah milik pemerintah, tapi satwa yang tidak dilindungi itu milik siapa,” katanya. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |