REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan ini akan diberikan selama masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana.
"Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi," kata Mentan Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.
Menurut Amran, komitmen tersebut tidak hanya difokuskan pada penyaluran kebutuhan pangan semata. Pihaknya juga berupaya membantu mempercepat pemulihan sektor pertanian agar aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat segera kembali berjalan normal. "Serta membantu pemulihan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak," ujarnya.
Kolaborasi untuk Keberlangsungan Petani
Meski tidak merinci berapa luas lahan pertanian yang terdampak gempa di Pulau Flores, Mentan menegaskan bahwa Kementerian Pertanian akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap penanganan bencana mampu menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung keberlangsungan mata pencaharian para petani terdampak.
Atas nama Kementerian Pertanian, Amran juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut. "Semoga masyarakat yang sedang menghadapi musibah diberikan kekuatan, ketabahan, perlindungan, serta proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan cepat dan baik," ucap Amran.
Ia berharap seluruh upaya penanganan bencana dapat berlangsung cepat dan efektif. Dengan demikian, masyarakat terdampak segera memperoleh kembali rasa aman, akses pangan, serta kesempatan membangun kembali kehidupan mereka secara bertahap.
Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras
Secara terpisah, Perum Bulog melaporkan telah menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. Hingga 1 September 2026, bantuan yang disalurkan mencapai 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng.
"Bulog terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di wilayah NTT," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa malam.
Bantuan beras tersebut terdiri atas 881,98 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanggulangan bencana, 101,8 ton bantuan cadangan pangan pemerintah daerah, serta 472,98 ton program bantuan pangan beras. Sementara itu, penyaluran minyak goreng telah mencapai 7.000 liter atau 100 persen dari alokasi yang tersedia.
Penyaluran bantuan telah menjangkau tujuh kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

10 hours ago
8









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4284006/original/032815200_1673012203-11_20230106BL_Semifinal_Piala_AFF_2022_Timnas_Indonesia_Vs_Timnas_Vietnam-125.jpg)

