Muswil VIII LDII DIY Rumuskan Agenda Lima Tahun Mendatang,  Delapan Program Pengabdian Jadi Pijakan

8 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan Ahad (26/7/2026), tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan agenda strategis LDII DIY selama lima tahun ke depan.

Ketua DPW LDII DIY periode 2021-2026, Atus Syahbudin menyampaikan Muswil VIII ini mengusung tema "Penguatan SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Budaya dalam Mendukung Pancamulia Daerah Istimewa Yogyakarta". Agenda pembahasan akan diarahkan untuk memperkuat kontribusi LDII dalam mendukung pembangunan daerah, Pancamulia DIY, serta terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan. 

"Melalui Muswil ini, kami berharap bisa menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045, kaitannya dengan Pemda DIY ada Pancamulia. Apa yang sudah kami lakukan. Berikutnya, bisa kami kombinasikan antara SDGs, pemberdayaan diri dengan tantangan dunia, dan LDII dengan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa," kata Atus saat menyampaikan sambutannya, Ahad (26/7/2026).

Menurutnya, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup dihadapi dengan kecerdasan akademik dan kemampuan teknologi. Ia menyebut, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki karakter, integritas, kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu menjaga nilai-nilai budaya.

Adapun berbagai program yang telah dijalankan selama periode kepemimpinannya akan menjadi pijakan untuk mempertajam kontribusi LDII DIY selama lima tahun mendatang. Delapan bidang pengabdian tersebut meliputi kebangsaan, keagamaan dan dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.

Di bidang kebangsaan, LDII DIY mendorong penguatan wawasan kebangsaan melalui upacara bendera, peringatan Hari Kemerdekaan dan Hari Santri, program Jaksa Masuk Pesantren, hingga kerja bakti dengan tema Kerja Bersama Bakti untuk Negeri.

Di bidang keagamaan dan dakwah, pembinaan generasi penerus dilakukan secara berjenjang, mulai dari usia KB-TK-SD melalui Kelompok Belajar dan Mengaji (KBM), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga usia praremaja, remaja, usia nikah, dan lansia di hampir 500 majelis taklim se-DIY. Program lainnya meliputi pengajian generasi tuli, pengajian akhir tahun, pelatihan rukyatul hilal, pelatihan dakwah, serta pengembangan pondok pesantren.

Bidang pendidikan diarahkan pada penguatan kualitas generasi muda melalui pendidikan formal dan pembinaan karakter berbasis boarding school. Di sektor ekonomi, LDII DIY mendorong penguatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS), Baitul Maal wat Tamwil (BMT), serta koperasi pondok pesantren sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan. Sinergi dengan Bank Syariah Indonesia juga dilakukan untuk memperluas literasi dan akses ekonomi syariah.

Sementara di bidang kesehatan herbal, LDII DIY mendorong kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat melalui edukasi kesehatan, pemanfaatan tanaman herbal, serta kegiatan Cek Kesehatan Gratis yang menyasar berbagai kelompok usia, termasuk lansia.

Kontribusi yang cukup kuat juga dilakukan melalui bidang ketahanan pangan dan lingkungan. LDII DIY mengembangkan Gerakan Kyai Peduli Sampah, Sedekah Sampah Akbar, dan Sampah Jadi Jariyah. Sejak 2023, sebanyak 313 Kelompok Sedekah Sampah Berbasis Masjid telah diinisiasi.

Program lingkungan juga dilakukan melalui pembuatan biopori, Jugangan Ing Omah (Jugangin Om), dan Jugangan Ing Masjid (Jugangin Mas) untuk mengolah sampah organik menjadi kompos sekaligus meningkatkan daya serap air tanah.

"Komitmen lingkungan juga diwujudkan melalui pengembangan dan pendampingan intensif dua lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim)," kata Atus.

"Kita harus wariskan bumi kita ini kepada anak cucu kita, lebih baik, lebih hijau, lebih sehat. Karena buminya hanya satu. Untuk itu, masjid harus jadi basis mengusung keberlanjutan. Basisnya masjid," ujarnya.

Sementara itu, di bidang teknologi digital, LDII DIY mengembangkan pengajian daring, pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan bagi dosen, serta pelatihan jurnalistik. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Kemudian di bidang energi baru terbarukan, LDII DIY mendorong pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan lampu tenaga surya di Kampung ProKlim Sangurejo. Di bidang konservasi air, LDII menginisiasi pemasangan bak penampung untuk memanen air hujan dari atap gedung serbaguna Mantrijeron.

Atus mengatakan, berbagai program tersebut akan dipertajam dalam agenda lima tahun mendatang agar semakin terhubung dengan program pemerintah dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Ini akan kami pertajam lima tahun ke depan, sehingga apa yang menjadi cita-cita kami di Lembaga Dakwah Islam Indonesia bisa nyambung dengan program pemerintah dan juga nyambung dengan SDGs di tingkat internasional," ujarnya.

Terkait penerus kepemimpinannya, ia mendorong agar adanya regenerasi. "Setiap pemimpin selalu punya inovasi. Jadi beri kesempatan mereka yang muda untuk tampil, apa yang mereka kreasi, kita biarkan, kita apresiasi, nanti kurang-kurang, dikit-dikit kita kasih masukan, supaya bisa berlari lebih kencang daripada yang sudah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, mengatakan penguatan organisasi di tingkat bawah akan menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan dalam lima tahun ke depan. Ia menilai kapasitas pembinaan anak cabang di tingkat kelurahan dan desa serta pembinaan cabang perlu terus ditingkatkan agar program organisasi dapat dijalankan secara efektif.

"Yang terpenting adalah hasil dari program itu betul-betul memang mempunyai manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar," kata Dody.

Ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi informasi terhadap generasi muda. Menurutnya, LDII akan terus memperkuat pembinaan generasi penerus agar mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif di ruang digital, termasuk pornografi dan judi online.

Dody mengatakan, LDII bersama Kementerian Komunikasi dan Digital telah melakukan berbagai pelatihan internet sehat. Selain itu, organisasi juga memiliki norma dan kode etik dalam bermedia sosial.

"Pemerintah juga berusaha, kami sebagai ormas keagamaan juga berusaha memproteksi generasi muda kami dari pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh teknologi informasi," ujarnya.

Menurutnya, agenda regenerasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi. Ia menegaskan, kepemimpinan tidak boleh hanya menciptakan banyak pengikut, tetapi harus melahirkan pemimpin-pemimpin baru.

"Great leaders don't create more followers. Kita create more leaders, bukan followers," katanya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmiko yang juga hadir dalam acara ini, berharap LDII DIY dapat memperluas kontribusinya bagi masyarakat. Ia menilai organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam membina generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

"Kita berharap nanti ke depan LDII DIY dapat lebih banyak kontribusi untuk masyarakat di DIY, terutama untuk hal Islamiyah, untuk kemajuan kesejahteraan masyarakat DIY pada umumnya," ujarnya.

Sedangkan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda DIY, H. Faishol Muslim, menyebut pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendirian dalam menghadirkan pelayanan dan pembangunan bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dinilai penting.

Ia menilai berbagai program LDII DIY memiliki keterkaitan dengan visi pembangunan DIY melalui Pancamulia, mulai dari Mulia Budaya, Mulia Manusia, Mulia Ekonomi, Mulia Lingkungan, hingga Mulia Tata Kelola. Karenanya, ke depan, Pemda DIY akan terus mendukung kiprah LDII sebagai mitra strategis pemerintah.

"Kita tahu sangat concern ke masalah lingkungan dan juga pembinaan generasi muda. Jadi kalau kita kaitkan dengan Pancamulia sebagai visi pembangunan DIY, ada Mulia Budaya, Mulia Manusianya, Mulia Ekonominya, Mulia Lingkungannya, Mulia Tata Kelolanya, itu sepertinya sedang dan terus dijalankan oleh kawan-kawan LDII," katanya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |