Orang Tua Ngaku Pejabat Warnai Proses SPMB di SMA Negeri Semarang

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Beberapa SMA negeri di Kota Semarang, Jawa Tengah, mengaku menerima upaya "penitipan" siswa dalam proses SPMB dari sejumlah orang tua yang mengaku-ngaku sebagai pejabat atau dekat dengan pejabat tertentu. Namun pihak sekolah menolak permintaan mereka. 

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 3 Semarang, Achmad Fauzan, mengakui adanya orang tua yang mengaku-ngaku sebagai pejabat atau dekat dengan pejabat untuk memasukkan anaknya ke sekolah tersebut tanpa melalui jalur semestinya, yakni berdasarkan domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. SMAN 3 Semarang merupakan salah satu sekolah favorit dan unggulan di Kota Semarang. 

"Ada banyak," kata Fauzan ketika diwawancara dan ditanya apakah terdapat orang tua yang mengaku sebagai pejabat dan berupaya memasukkan anak mereka ke SMAN 3 Semarang tanpa melalui jalur resmi, Rabu (24/6/2026).

Namun dia enggan menyebutkan berapa banyak persisnya orang tua murid yang melakukan hal demikian. "Enggak enak menyebutkannya (jumlah orang tua). Tapi di kami juga ada. Mereka telepon, minta tolong, 'Ada jalur lain enggak?'. Kami bilang tidak ada," ujar Fauzan. 

Jika menerima permintaan demikian dari orang tua murid, Fauzan, yang turut menjadi ketua panitia SPMB di SMAN 3 Semarang, selalu memberi penjelasan bahwa penerimaan siswa baru di sekolahnya hanya bisa melalui jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. "Kami tegaskan kepada mereka semua by sistem. No titip, no jastip, enggak ada jalur khusus, hanya ada empat itu saja," ucapnya. 

Hal serupa diungkap Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Semarang Budi Handoyo. Dia mengatakan, terdapat orang tua yang mengaku-ngaku dekat dengan pejabat. Motivasi mereka menyampaikan hal tersebut adalah agar anak mereka bisa masuk sekolah tersebut tanpa melalui jalur resmi. 

"Kami sampaikan no titip, no jastip. Kami tegaskan semua sudah sesuai sistem. Kalau memang tidak masuk (kuota), ada cadangan," kata Budi. 

Seperti halnya SMAN 3 Semarang, SMAN 1 Semarang juga merupakan salah satu sekolah favorit dan unggulan di Kota Semarang. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Sadimin, mengatakan bahwa proses SPMB di Jateng dilaksanakan secara transparan. "SPMB Jawa Tengah 2026 no titip, no jastip," ujarnya. 

Dia menerangkan, kuota untuk SMAN, SMKN, dan SLBN dalam SPMB 2026 yakni sebanyak 231.724 siswa. Jumlah tersebut mewakili sekitar 40,83 persen dari lulusan SMP/sederajat di Jateng. 

Sadimin pun menekankan bahwa untuk SMAN, SMKN, dan SLBN seluruh biaya operasional sekolah gratis. "Biaya operasional sekolah pada semua satuan pendidikan SMA Negeri, SMK Negeri dan SLB Negeri tanpa pungutan kepada siswa atau orang tua siswa," ujarnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |