Salah satu adegan di film The Voice of Hind Rajab. Sutradara The Voice of Hind Rajab, Kouther Ben Hania, terpilih sebagai anggota juri kompetisi internasional di Venice Film Festival Film Internasional 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara asal Tunisia, Kaouther Ben Hania, terpilih sebagai anggota juri kompetisi internasional di Venice Film Festival Film Internasional 2026. Penunjukan tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sutradara kontemporer Arab paling berpengaruh dan diakui di tingkat internasional.
Ben Hania akan bergabung dengan ketua juri, Maggie Gyllenhaal, dalam menentukan penghargaan utama festival termasuk penghargaan bergengsi Golden Lion yang diberikan kepada film terbaik. Festival ke-38 tahun ini akan berlangsung di Venesia, Italia, pada tanggal 2-12 September.
Selain Ben Hania dan Gyllenhaal, dewan juri festival ini juga mencakup komposer dan seniman Inggris Daniel Blumberg dan sineas Hong Kong Johnnie To, sutradara Prancis Xavier Giannoli, pembuat film Afghanistan Shahrbanoo Sadat, serta akademisi media asal Italia Francesco Casetti. Penunjukkan ini terjadi di tengah meningkatnya pengakuan internasional terhadap karya-karya Ben Hania. Film fitur terbarunya tentang anak Palestina The Voice of Hind Rajab memenangkan Silver Lion Grand Jury Prize pada Festival Film Venesia tahun lalu.
Film tersebut mengisahkan cerita Hind Rajab, anak perempuan berusia 5 tahun yang tewas dibunuh oleh pasukan Israel saat mencoba mengungsi dari Kota Gaza bersama keluarganya pada 2024. Film ini hanya berlatar satu lokasi, dan seluruh narasinya dibangun berdasarkan rekaman suara asli Hind.
Hind Rajab sempat menelepon layanan darurat Bulan Sabit Merah saat terjebak di dalam mobil bersama keluarganya yang telah meninggal. Petugas kemudian berusaha menenangkannya dan mengirim ambulans. Namun, baik Hind maupun tim Bulan Sabit tidak selamat.
Saat menerima penghargaan tahun lalu, Ben Hania mengungkapkan bahwa kisah Hind Rajab bukan hanya tentang seorang anak, melainkan kisah seluruh bangsa yang tengah mengalami genosida.
"Sinematografi tidak bisa mengembalikan Hind, tidak bisa menghapus kekejaman yang dialaminya. Tapi sinema bisa mengabadikan suaranya, membuatnya menggema melintasi batas-batas. Suaranya akan terus bergema sampai keadilan ditegakkan," kata dia seperti dikutip dari Al Jazeera.
Pada penayangan perdana, film yang juga diproduseri Joaquin Phenix mendapat sambutan luar biasa dengan menerima standing ovation selama 23 menit. Banyak kritikus dan media yang menilai film ini layak mendapat penghargaan utama atau Golden Lion.

2 hours ago
3

















































