Pemerintah Akan Beri Subsidi untuk CNG

22 hours ago 3

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tetap memberikan subsidi untuk penerapan compressed natural gas (CNG) atau gas alam terkompresi. Pemerintah sebelumnya berencana mengganti liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg ke CNG. “Subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” kata Bahlil, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 6 Mei 2026.

Bahlil menyebutkan pemberian subsidi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta dia mengedepankan kepentingan rakyat. Meskipun masih menggunakan subsidi, Bahlil memperkirakan mengganti LPG 3 kg menjadi CNG dapat menghemat subsidi hingga 30 persen.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sementara itu, ihwal rencana distribusi CNG, Bahlil mengatakan hanya berbeda tipis dengan distribusi LPG. “Ini cuma diganti, satunya LPG, satunya CNG. Kalau CNG, tidak mengeluarkan devisa ke luar negeri. Kalau LPG itu devisa ke luar negeri karena kita enggak punya bahan baku C3 dan C4 (untuk LPG),” ujar Bahlil.

Saat ini pemerintah tidak hanya menguji coba pembuatan tabung tipe 4 untuk CNG atau tabung yang diperuntukkan bagi CNG 3 kg. Secara paralel, pemerintah juga mengkaji harga jual CNG 3 kg.

“Doakan (harganya) di bawah LPG 3 kg. Minimal sama (harganya). Minimal sama,” ucap Bahlil.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, hingga program makan bergizi gratis (MBG). Namun pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.

Saat ini tengah berlangsung penyiapan tabung CNG berukuran kecil seperti LPG 3 kg. Sebab, CNG memiliki karakteristik yang berbeda dengan LPG. CNG memiliki tekanan sekitar 250 bar, lebih kuat dibanding LPG yang tekanannya berada di angka 5-10 bar.

Perbedaan tekanan gas tersebutlah yang menyebabkan desain tabung gas 3 kg harus disesuaikan. Sebab, itu berdampak langsung terhadap faktor keselamatan. Uji coba tabung CNG berukuran kecil tersebut membutuhkan waktu lebih-kurang 2-3 bulan. Bahlil menambahkan, apabila hasil uji coba dinyatakan layak, pemerintah membuka peluang konversi bertahap dari LPG ke CNG untuk kebutuhan rumah tangga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman memproyeksikan CNG dapat menggantikan elpiji 3 kg mulai tahun ini guna mengurangi ketergantungan impor energi.

Nantinya, CNG untuk rumah tangga akan diterapkan di kota-kota besar Pulau Jawa sebelum serentak di seluruh Indonesia. “Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa. Tahun ini,” ujar Laode.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |