Pemkab Dharmasraya Usung Inseminasi Buatan Kerbau Cegah Kepunahan

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, DHARMASRAYA, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat, menyatakan program inseminasi buatan (IB) kerbau menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan populasi ternak tersebut. Langkah ini dinilai krusial di tengah penurunan populasi yang signifikan dalam satu dekade terakhir.

Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Lasmiati, di Pulau Punjung, Rabu, mengakui bahwa program inseminasi di daerahnya selama ini hanya berfokus pada ternak sapi. Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan program inseminasi khusus ternak kerbau ke Kementerian Pertanian.

"Jangka panjang yang dapat dilakukan untuk menjaga kepunahan yakni melalui inseminasi buatan, dan ini memang perlu dukungan dari peternak juga," ujar Lasmiati.

Penyebab Penurunan Populasi

Lasmiati mengungkapkan, penurunan populasi kerbau di Dharmasraya, seperti yang terjadi di Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar, disebabkan oleh berkurangnya padang gembala. Kondisi ini memaksa peternak membawa pulang dan mengandangkan ternak dengan kapasitas kandang yang terbatas.

Di sisi lain, Pemkab memastikan bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan terus melakukan pemantauan kesehatan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) secara berkala untuk menekan angka kematian ternak kerbau.

Fakta di Lapangan: Populasi Anjlok 50 Persen

Seorang peternak di Nagari Abai Siat, Seok Harery, mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah antisipasi serius. Ia menyebut populasi kerbau di wilayahnya mengalami penurunan drastis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

"Khusus di wilayah saya kerbau terus berkurang, dibandingkan tahun 2015-an populasinya masih mencapai 200 ekor, saat ini tinggal sekitar 100 ekor. Artinya sepuluh tahun terakhir setengahnya sudah lenyap," ungkapnya.

Menurut Seok Harery, prediksi kepunahan populasi kerbau secara nasional pada 2031 bukanlah hal yang mustahil jika melihat fakta di lapangan. Tempat penggembalaan di Jorong Abai Siat yang dahulu ramai dengan kandang-kandang peternak, kini banyak yang kosong.

Ia merinci sejumlah faktor penyebab penurunan populasi, mulai dari alih fungsi teknologi dari kerbau pembajak sawah menjadi traktor, alih fungsi lahan gembala menjadi pemukiman dan perkebunan, pemotongan kerbau betina produktif, hingga rendahnya minat beternak kerbau.

Harapan Peternak akan Perhatian Pemerintah

Seok Harery menyuarakan aspirasi para peternak yang merasa kurang diperhatikan. Ia menyebutkan, selama ini peternak kerbau terkesan diabaikan dan belum pernah mendapatkan program bantuan atau bahkan sekadar ditanya oleh pemerintah.

"Yang ingin saya katakan, bahwa kami peternak kerbau masih ada di Dharmasraya, berikan jugalah kami perhatian. Ini kan tidak, selalu kami yang menjemput," keluhnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |