CEDERA anak seperti patah tulang biasanya terjadi karena terjatuh atau benturan saat beraktivitas. Namun dalam kasus tertentu patah tulang dapat dialami bayi sejak masih masih dalam kandungan. Hal itu disebabkan kelainan bawaan yang membuat tulang bayi sangat rapuh.
Kondisi kelainan itu disebut osteogenesis imperfecta (OI). Menurut informasi dalam laman Kementerian Kesehatan, penyakit langka ini dapat mempengaruhi kualitas hihdup seseorang. Gejalanya terbagi dua, yaitu skeletal penurunan massa tulang sehingga rapuh, mudah patah, hingga skoliosis yang akhirnya mengganggu pernafasan hingga deviasi pada tulang panjang. Gejala kedua adalah ekstraskeletal, gangguan pada kolagen yang berpengaruh pada kelemahan ligamen dan pemuluh darah yang rapuh.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dokter speasialis ortopedi divisi anak Gabriel Klemens Wienanda mengatakan kondisi tersebut dapat diketahui dari saat pemeriksaan USG, tulang terlihat memiliki pola tertentu. Sebab itu ia mengingatkan pentingnya skrining kehamilan secara rutin dengan fasilitas yang memadai.
Setelah lahir, anak dengan dengan oesteogenesi imperfecta juga dapat mengalami patah tulang akibat benturan yang sangat ringan, bahkan tanpa benturan sama sekali. "Anak dengan kondisi ini lahir dengan tulang yang lemah sehingga patah tulang bisa terjadi bahkan sejak masih berada di dalam kandungan," ujarnya, di Jakarta, Senin 29 Juni 2026.
Sedangkan untuk penanganan osteogenesis imperfecta tidak cukup dilakukan untuk dokter ortopedi saja. Tapi juga mendapat penangan secara komprehensif dari dokter spesialis endokrin anak, tumbuh kembang, hingga metabolik. Hal ini agar kondisi tulang dan pertumbuhannya dapat dipantau secara menyeluruh.
Kini penanganan operasi pada anak dengan kondisi tersebut memanfaatkan teknologi baru. Jika sebelumnya dilakukan dengan sayatan panjang untuk memasang pelat logam. Teknik ini memiliki kelemahan karena tulang anak masih terus bertumbuh sehingga pelat yang dipasang dapat menjadi tidak sesuai ukurannya dan memerlukan operasi lanjutan untuk melepasnya.
Sementara dengan teknologi Titanium Elastic Nailing System (TENS) memungkinkan pemasangan pen melalui syatan kecil kurang dari satu centimeter. Teknologi tersebut memberi harapan baru bagi keluarga yang memiliki anak dengan tulang rapuh, Selain waktu operasi yang relatif singkat, luka operasi juga lebih kecil sehingga pemulihan berlangsung lebih cepat.
"Kami memasang pen dari bagian bawah tulang sehingga lukanya sangat kecil, bahkan anak bisa mulai bergerak keesokan harinya," kata dokter yang praktik di Eka Hospital Cibubur.















































