Polisi: Atlet Golf, Jesslyn Wijaya, Berada di Malaysia

7 hours ago 2

PERSONEL Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat membenarkan informasi bahwa atlet golf yang diduga menjadi korban penculikan, Jesslyn Wijaya Lay, berada di Malaysia. Jesslyn terlacak meninggalkan Indonesia menuju ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.

Dugaan penculikan itu terjadi pada 13 Juli 2026, dan Jesslyn diketahui meninggalkan Indonesia pada hari berikutnya. “Yang bersangkutan ada di Semarang, meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, berdasarkan manifes yang kami terima,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Roby Heri Saputra dalam keterangannya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut temuan polisi, Jesslyn meninggalkan Indonesia bersama dua orang lainnya yang diketahui memiliki hubungan keluarga. Roby juga membenarkan bahwa Jesslyn dibawa secara paksa ke dalam sebuah mobil oleh empat atau lima orang.

Informasi tentang keberadaan Jesslyn di Malaysia sebelumnya disampaikan oleh pengacaranya, Andi Darti. Menurut Andi, keberadaan Jesslyn terendus setelah sahabatnya berupaya menelusuri kemungkinan adanya perjalanan ke luar negeri. Langkah itu ditempuh setelah ponsel Jesslyn tidak dapat dihubungi dan keberadaannya tidak diketahui.

Sahabat Jesslyn pun telah melaporkan kejadian itu kepada polisi pada 16 Juli 2026, dengan nomor laporan LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Pelapor sekaligus sahabat Jesslyn adalah perempuan berinisial NAH.

NAH melaporkan tindak pidana penculikan sebagaimana diatur dalam pasal 450 dan/ atau 446 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, ia telah mencabut laporannya pada Ahad, 19 Juli 2026.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh pelapor, terdapat indikasi bahwa pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang,” kata Andi dalam keterangan tertulis pada 17 Juli 2026.

Andi berkata, pelapor juga memperoleh informasi bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik Jesslyn masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran, Jakarta Utara. Korban sendiri diketahui berdomisili di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Adapun korban diduga diculik sebelum mendatangi acara ulang tahun neneknya pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, satu orang diduga secara tiba-tiba menutup mata korban. Ia kemudian diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.

“Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi,” kata Andi.

Menurut keterangan saksi, yang kemudian disampaikan oleh Andi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung. “Sejak peristiwa tersebut, korban tidak lagi dapat dihubungi oleh teman-temannya maupun pihak-pihak yang berupaya memastikan keadaannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak pelapor, telepon seluler yang diduga digunakan oleh korban juga tidak dapat diakses sebagaimana biasanya,” kata Andi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |