REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pos Properti Indonesia (Pospro) memperkuat penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC) sebagai bagian dari strategi menjaga pertumbuhan bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang. Penguatan tersebut dilakukan di tengah keberagaman lini usaha perusahaan yang mencakup pengelolaan aset, hospitality, pengembangan properti, hingga jasa konstruksi.
Upaya tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan TOP GRC Awards 2026 kategori Bintang 4. Pada ajang yang sama, Direktur Pos Properti Indonesia Nina Risnasari turut dianugerahi penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026 pada Rabu, 9 September 2026.
TOP GRC Awards 2026 merupakan penyelenggaraan ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2019. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Majalah TOP Business bersama Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA, ICoPI, Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI), dan LKN Astacita.
TOP GRC Awards menjadi salah satu kegiatan penilaian, penghargaan, sekaligus pembelajaran bersama di bidang GRC yang terbesar di Indonesia. Kriteria penilaian diarahkan untuk mengukur kematangan (maturity) penerapan GRC di perusahaan peserta.
Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”. Tema tersebut menekankan bahwa keberlanjutan perlu dirancang sejak awal dan ditanamkan ke dalam strategi, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, serta pemanfaatan data dan teknologi perusahaan.
Kriteria penilaian tahun ini turut disempurnakan dan dikelompokkan ke dalam empat variabel utama yang menggambarkan perjalanan kematangan GRC, yakni Value and Business Impact, Governance and Integration, GRC Execution Excellence, serta Continuous Maturity.
Kedua penghargaan tersebut diraih setelah Pos Properti melalui serangkaian penjurian. Nina memaparkan perjalanan penguatan GRC Pos Properti dalam sesi presentasi bertema “Driving Adaptive GRC for Continuous Growth” di hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2026, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menegaskan, GRC bagi Pos Properti tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan regulasi maupun pengendalian risiko, tetapi juga sebagai kemampuan perusahaan untuk beradaptasi terhadap perubahan bisnis, memperkuat kualitas pengambilan keputusan, dan menjadi enabler pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
“Bagi kami, GRC bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi atau pengendalian risiko,” ujar Nina dalam presentasinya secara daring dari Jakarta.
Sesi presentasi turut didampingi sejumlah pimpinan Pos Properti, di antaranya Chief Business Development and Hospitality Officer sekaligus Plt Chief Financial Officer Endro Tjahjono, Corporate Secretary Hendy Agung Kusuma, Head of Corporate Affairs Gendin Ayu, Head of GRC Muhammad Alief Effendy, serta Governance and Compliance Supervisor Bhram Kusuma.
Dalam presentasinya, Nina turut memaparkan perjalanan pengembangan GRC Pos Properti, mulai dari pembangunan fondasi tata kelola, integrasi manajemen risiko dan kepatuhan, penguatan pengendalian internal, pemanfaatan teknologi, pembangunan budaya sadar risiko, hingga penyusunan roadmap peningkatan kematangan (maturity) GRC ke depan.
Menurutnya, keberagaman profil bisnis perusahaan turut menuntut pendekatan GRC yang mampu menyesuaikan diri dengan karakteristik masing-masing lini usaha.

4 hours ago
4















































