Prabowo di Panen Raya: Ketahanan Pangan Bukan Hanya Urusan Kementan

7 hours ago 2

PRESIDEN Prabowo Subianto memulai panen raya tebu, kedelai, dan padi, secara serentak di 43 titik di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan panen raya ini bagian dari program ketahanan pangan pemerintah yang melibatkan tiga matra Tentara Nasional Indonesia—Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Adapun Prabowo secara formal meresmikan panen raya TNI terintegrasi ini dari Landasan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

“Bismillahirrahmanirrahim pada sore hari ini, Jumat 17 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyatakan panen raya serentak bersama TNI secara resmi dimulai,” ucap Prabowo di Malang, pada Jumat sore, sebagaimana disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya terintegrasi yang dilaksanakan oleh TNI. Bagi Prabowo, program ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa.

Dia menyampaikan apresiasinya atas semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa dalam menjalankan program tersebut. "Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian," katanya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, program ketahanan pangan TNI melibatkan tiga matra sesuai keunggulan masing-masing. “TNI AD mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU berfokus pada tebu,” kata Prasetyo dalam keterangannya, Jumat.

Politikus Partai Gerindra ini menerangkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras. Angka itu, kata Prasetyo, setara dukungan 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton. Sementara itu, TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |