REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan kembali melawat ke Moskow, Rusia, pekan ini, untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, yang nantinya akan mendampingi Presiden Prabowo ke Moskow, menjelaskan lawatan kali ini strategis untuk kepentingan bangsa Indonesia.
“Berangkatnya (Presiden, red.) minggu ini. […] Ini merupakan sesuatu yang sifatnya sangat strategis ya bagi bangsa Indonesia. Beliau akan bertemu dengan Presiden Putin,” kata Menlu Sugiono menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas acara pembukaan Musyawarah Nasional PB IPSI di Jakarta, Sabtu.
Walaupun demikian, Sugiono tidak menyebutkan lebih lanjut tanggal pasti keberangkatan Presiden antara Sabtu malam ini atau Minggu (12/4).
Dalam kesempatan yang sama, Sugiono menjelaskan dalam pertemuannya dengan Presiden Putin, Presiden Prabowo akan membahas isu-isu geopolitik terkini, kemudian juga isu-isu terkait energi.
“Yang pasti membahas tentang situasi energi,” kata Sugiono.
Lawatan Presiden Prabowo ke Rusia itu nantinya akan menjadi yang ketiga kalinya setelah kunjungan kedua Presiden di Moskow pada 10 Desember 2025, dan kunjungan pertama di Saint Petersburg pada 18–20 Juni 2025.
Presiden Prabowo, semasa masih presiden terpilih, juga telah menemui Presiden Putin di Moskow pada Juli 2024.
Dalam kunjungan pertama dan kedua Presiden, kerja sama dua negara pada sektor energi telah menjadi sorotan.
Indonesia dan Rusia saat itu sepakat untuk bekerja sama di bidang energi baru dan terbarukan, serta pengembangan teknologi nuklir.
Presiden Putin menyatakan kesiapan negaranya bekerja sama dengan Indonesia di bidang energi nuklir untuk tujuan damai.
Dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah perang pecah di kawasan negara-negara Teluk dan adanya blokade Selat Hormuz yang menganggu distribusi minyak mentah dunia, Presiden Prabowo melawat ke beberapa negara, yaitu Jepang dan Korea Selatan untuk mengantisipasi ancaman krisis minyak dunia berimbas pada Indonesia.
"Dibilang, Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, saya harus ke mana-mana," kata Presiden Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Rabu (8/4).
Presiden menekankan di tengah situasi geopolitik global yang bergejolak, pemerintah perlu aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya sektor energi.
Dalam rapat yang sama, Presiden menyatakan dirinya akan kembali ke luar negeri untuk menjalankan misi serupa.
"Aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat, kau tahu ke mana. Amankan (minyak) juga," kata Presiden Prabowo memberi sinyal agenda lawatannya ke Rusia saat rapat bersama menteri-menteri hingga pejabat eselon I.
sumber : Antara

7 hours ago
4














































