BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyatakan aktivitas Madden-Julian Oscillation dan gelombang atmosfer masih akan mempengaruhi potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia sepekan ke depan. Seperti yang terjadi di hari-hari pertama bulan ini, sejumlah daerah masih mungkin mendapat guyuran hujan lebat hingga sangat lebat karena pengaruh aktivitas tersebut.
Menurut prediksi BMKG, MJO masih berada di fase 2 (Samudra Hindia) dan melewati sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa bagian barat, sebagian kecil Bali, NTT, dan NTB. Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi aktif di sebagian wilayah besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi bagian utara, Maluku dan Papua bagian utara.
Begitu pula dengan Gelombang Rossby Ekuatorial yang diprediksi aktif di sebagian wilayah Sumatera bagian utara dan selatan, Maluku, dan Papua.
"Keberadaan gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah yang disebutkan, khususnya sebagian besar Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku bagian selatan dan tenggara, dan Papua," bunyi keterangan BMKG dalam Potensi Hujan Indonesia Periode 5-11 Mei 2026.
Pada skala meso, bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik juga mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia dalam periode itu. Bibit Siklon 92W diprediksi masih berada di Samudra Pasifik di utara Papua. Sirkulasi siklonik terbentuk di perairan barat laut Aceh, Selat Malaka bagian utara, perairan barat Bengkulu, di Selat Makassar, dan di Laut Banda.
Sistem-sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di perairan barat laut Aceh, di Selat Makassar, Laut Maluku, Maluku, Laut Seram, di Laut Banda, dan di wilayah sekitar sistem-sistem tersebut. Daerah konvergensi lain juga diprediksi terbentuk di perairan barat laut Aceh, di Selat Makassar, Laut Maluku, Maluku, Laut Seram, di Laut Banda, dan di wilayah sekitar sistem-sistem tersebut.
"Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut."
Di sisi lain, Monsun Australia diprediksi menguat dalam beberapa hari mendatang, ditunjukkan oleh dominasi angin timuran pada pola angin zonal di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini berpotensi membawa massa udara yang lebih kering dari Australia ke wilayah Indonesia, sekaligus mengindikasikan bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan secara bertahap dari musim hujan menuju musim kemarau.
Berikut ini beberapa daerah yang mendapat peringatan dini hujan dari BMKG untuk sepekan ke depan,
5-7 Mei:
Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
8-11 Mei:
Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Aceh, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.

















































