Rahasia Tersembunyi di Balik 10 Ayat Alquran Paling Populer

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah riuhnya dunia yang bergerak cepat dan sering kali melelahkan jiwa, manusia selalu mencari satu hal yang tak berubah: pegangan yang kokoh.

Ketika kecemasan datang tanpa diundang, ketika iman terasa naik turun, ketika hidup menghadirkan beban di luar dugaan, hati spontan mencari cahaya. Di sanalah ayat-ayat Alquran hadir bukan sekadar sebagai bacaan ritual, melainkan sebagai pelukan langit yang menenangkan bumi. Setiap hurufnya bukan hanya suara, tetapi petunjuk; bukan hanya teks, tetapi nafas rahmat yang menuntun jiwa kembali kepada pusatnya.

Ada ayat yang menjaga kita di malam hari, ada yang wajib kita ulangi dalam setiap rakaat, ada yang meneguhkan tauhid, ada yang menghibur saat sedih, ada yang mengingatkan untuk bersyukur, dan ada yang menguatkan tawakal ketika dunia berpaling.

Ayat-ayat itu bukan sekadar populer karena sering dibaca, tetapi karena ia menyentuh simpul terdalam kebutuhan manusia: kebutuhan akan perlindungan, arah, cinta, dan harapan. Memahami maknanya, mengetahui sebab turunnya, serta merenungi pesan yang dikandungnya akan mengubah bacaan menjadi pengalaman ruhani, mengubah lantunan menjadi perjalanan pulang.

1) Ayat Kursi — QS. Al-Baqarah: 255

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allāhu lā ilāha illā Huwa al-Ḥayyul-Qayyūm, lā ta’khudzuhu sinatun wa lā naum… (hingga) wa Huwa al-‘Aliyyul-‘Aẓīm.

“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri… dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Dalam riwayat yang dihimpun At-Tabari, ayat ini menegaskan kemurnian tauhid dan kekuasaan Allah secara mutlak, menjawab keyakinan syirik dan anggapan bahwa Allah “letih” atau membutuhkan perantara tanpa izin. At-Tabari menafsirkan al-Ḥayyul-Qayyūm sebagai Dzat yang hidup tanpa awal-akhir dan menegakkan seluruh makhluk tanpa bergantung kepada siapa pun.

Puncak tauhid dan perlindungan: tidak ada celah bagi sekutu, syafaat tanpa izin, atau kelemahan pada-Nya. Karena itu ia dibaca selepas salat dan sebelum tidur—sebagai deklarasi iman dan penjagaan ilahi.

2) Surah Al-Fatihah — QS. 1:1–7

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ … صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ …

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm… ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm…

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang… Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Menurut At-Tabari, Al-Fatihah adalah Ummul Kitāb, induk Alquran, karena memuat pokok tauhid, ibadah, dan doa. Ia turun sebagai pembuka wahyu yang merangkum hubungan hamba–Tuhan: pujian, pengakuan, dan permohonan hidayah.

Pesan & Rahasia

Wajib dibaca minimal 17 kali sehari dalam salat karena ia inti dialog spiritual. Rahasianya ada pada keseimbangan: pengakuan rububiyah (Rabb), uluhiyah (Iyyāka na‘budu), dan permohonan hidayah, inti seluruh perjalanan iman.

3) Surah Al-Ikhlas, QS. 112:1–4

Arab

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin

Qul Huwa Allāhu Aḥad… wa lam yakun lahu kufuwan aḥad.

Arti

“Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa… dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

Asbābun Nuzūl & Tafsir

Turun ketika kaum musyrik meminta penjelasan “nasab” Tuhan. At-Tabari menegaskan Aḥad dan Ṣamad sebagai penafian segala bentuk keserupaan dan kebutuhan.

Pesan & Rahasia

Penegasan kemurnian tauhid; kandungannya setara sepertiga Alquran karena merangkum teologi ketuhanan secara padat dan tegas.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |