Respons Jusuf Kalla, Jokowi: Saya Orang Kampung

3 hours ago 1

MANTAN Presiden Joko Widodo merespons pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengaku memiliki peran dalam perjalanan politiknya hingga terpilih sebagai Presiden ke-7 RI. Pernyataan Jusuf Kalla disampaikan dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

Jokowi mengatakan dirinya bukan siapa-siapa. Ia menyebut berasal dari kampung. “Saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” kata Jokowi singkat saat ditemui wartawan di kediamannya di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin, 20 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengatakan sempat mengingatkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat mencalonkan Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014. Menurut dia, Jokowi kala itu belum cukup berpengalaman sebagai kepala negara. “Belum cukup berpengalaman, nanti rusak negeri ini,” ujar Kalla.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi enggan berkomentar panjang. Ia menegaskan penilaian atas dirinya bukan berasal dari dirinya sendiri. “Yang menilai bukan saya,” kata ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP BaraJP, Boy Nababan, turut menanggapi klaim sejumlah pihak yang merasa paling berjasa dalam kemenangan Jokowi. Menurut dia, terpilihnya Jokowi sebagai presiden merupakan kehendak rakyat sekaligus bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

“Pak Jokowi bukan berasal dari elite politik besar, bukan ketua umum partai, dan bukan pula dari kalangan ekonomi kuat. Ia representasi masyarakat biasa yang mendapat kepercayaan publik,” ujar Boy dalam keterangan tertulis, 20 April 2026.

Ia menuturkan, sejak awal 2013 Jokowi mulai dipandang sebagai simbol harapan baru. Dukungan kemudian menguat melalui berbagai gerakan relawan, termasuk berdirinya Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) pada Juni 2013.

Organisasi tersebut, kata Boy, menjadi salah satu pelopor gerakan relawan politik saat itu. Meski demikian, ia menegaskan BaraJP tidak mengklaim sebagai pihak paling berjasa dalam kemenangan Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014. “BaraJP hanya bagian kecil dari proses panjang itu. Yang menentukan tetap rakyat Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, kemenangan Jokowi tak bisa dilepaskan dari dinamika demokrasi dan pilihan mayoritas pemilih. Legitimasi kepemimpinan, kata dia, berasal dari suara rakyat melalui mekanisme pemilu.

Di tengah tantangan global pada 2026, Boy mengimbau masyarakat tidak terjebak dalam perdebatan yang berpotensi memecah belah. “Situasi geopolitik dan ekonomi dunia sedang tidak mudah. Pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak agar Indonesia mampu melewati masa ini dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap publik lebih fokus menjaga persatuan nasional ketimbang memperdebatkan klaim politik masa lalu.

Pilihan Editor:  Upaya Kelompok Pendukung Mengerek Elektabilitas Gibran

Eka Yudha Saputra dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |