Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadlian mengikuti aksi Kamisan ke-902 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Dalam aksi tersebut mereka menuntut pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) serta meminta pelaku diadili di pengadilan umum.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan kondisi luka bakar yang dialami Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menunjukkan perbaikan yang signifikan. Psikologis korban juga disebut dalam kondisi stabil.
"Luka bakar yang dialami pasien telah mengalami perbaikan yang signifikan, dengan sebagian besar area luka telah ditangani melalui tindakan tandur atau cangkok kulit," kata Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dia menjelaskan pada Selasa (7/4/2026), pasien kembali menjalani tindakan operasi untuk membersihkan sisa jaringan kulit mati di area leher belakang serta dilakukan cangkok kulit lanjutan guna mendukung proses penyembuhan yang optimal.
"Terkait kondisi mata, saat ini masih dalam tahap penanganan lanjutan. Bola mata ditutup menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta dilakukan penjahitan sementara pada kelopak mata untuk melindungi struktur bola mata dan mempercepat proses penyembuhan," ujar Yoga.
"Hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan bahwa dinding bagian belakang bola mata masih dalam kondisi utuh," tambah dia.
Rencananya, penutupan mata itu dilakukan selama kurang lebih empat hingga enam bulan, dengan evaluasi berkala menggunakan USG mata untuk memantau perkembangan secara menyeluruh.
"Dari sisi psikologis, kondisi pasien terpantau cukup stabil. Pasien dapat beradaptasi dengan baik, bersikap kooperatif selama perawatan, serta menunjukkan optimisme yang realistis terhadap proses pemulihan," jelas Yoga.
Dia juga menambahkan sampai dengan saat ini, tidak ditemukan tanda-tanda gangguan psikologis yang serius. Tim medis bersama tenaga profesional terkait terus memberikan pendampingan psikologis secara rutin, baik kepada pasien maupun keluarga guna memastikan proses pemulihan berjalan secara komprehensif.
"RSCM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," ungkap Yoga.
sumber : Antara

5 hours ago
3














































