Rumah Buruh Tani di Wonogiri Kini tak Lagi Bocor, Warga: Alhamdulilah Bisa Tidur Nyenyak

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, 

WONOGIRI – Senyum Gembong Rahmanto tampak berbeda setelah rumah yang selama ini ditempatinya bersama keluarga selesai direnovasi. Buruh tani asal Dusun Bero, Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, itu kini tak lagi khawatir hujan membasahi lantai rumahnya.

Sebelumnya, Gembong dan keluarganya tinggal di rumah berlantai tanah dengan dinding kayu dan anyaman bambu. Atap genteng yang tidak rapat membuat air hujan kerap merembes ke dalam rumah. Kondisi tersebut membuat tempat tinggalnya lembap dan kurang nyaman, terlebih ketika cuaca dingin.

Kini, rumah tersebut telah berubah menjadi hunian yang lebih kokoh dan nyaman. Lantainya telah dilapisi keramik, dinding bangunan lebih kuat, sementara atapnya tidak lagi bocor. Sirkulasi udara dan pencahayaan di dalam rumah pun menjadi lebih baik.

“Sekarang alhamdulillah mendapat rumah baru, lebih rapi, dindingnya kokoh, lantainya keramik, lalu atapnya sudah bagus dan tidak bocor lagi. Jadi tidur lebih enak, tidak kedinginan,” ujar Gembong saat di Wonogiri, Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, perubahan kondisi rumah turut membuat aktivitas keluarga sehari-hari menjadi lebih nyaman. Anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, sementara kegiatan ibadah dan aktivitas keluarga lainnya tidak lagi terganggu ketika hujan turun.

“Bentuk rumahnya bagus, cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah jadi tidak lembap,” katanya.

Rumah Gembong merupakan satu dari 10 rumah warga di Kabupaten Wonogiri yang direnovasi menjadi Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Sepuluh rumah tersebut berada di Desa Minggarharjo dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Eromoko, dengan penerima manfaat yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan pekerja sektor informal.

Setiap rumah mendapatkan dukungan pembangunan hingga sekitar Rp70 juta, ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga. Total anggaran untuk 10 rumah tersebut mencapai sekitar Rp700 juta, lewat bantuan dari PT Djarum.

Penyerahan bantuan renovasi rumah dilakukan di Pendopo Kantor Bupati Wonogiri, Kamis (27/8). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan kecamatan dan desa penerima manfaat.

Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno mengatakan, hunian yang layak menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar warga yang membutuhkan dapat memiliki tempat tinggal yang aman dan sehat.

“Program Rumah Sederhana Layak Huni bukan hanya membangun fisik rumah, tetapi juga kehidupan dan harapan masyarakat, khususnya kelompok rentan,” kata Imron.

Dia berharap dukungan terhadap penyediaan hunian layak dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

Bagi para penerima manfaat, perubahan rumah bukan sekadar soal bangunan yang lebih kokoh. Hunian yang sebelumnya identik dengan lantai tanah, dinding sederhana, dan kebocoran saat hujan kini menjadi tempat yang lebih nyaman untuk beristirahat dan menjalankan aktivitas keluarga.

Program renovasi tersebut dilakukan melalui pengajuan pemerintah setempat yang kemudian diverifikasi untuk memastikan keluarga penerima sesuai dengan kriteria. Dalam proses pembangunan, masyarakat sekitar juga dilibatkan untuk menjaga semangat gotong royong.

Achmad Budiharto mengatakan, pembangunan rumah memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan. Selain konstruksi yang lebih kuat, rumah juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti sanitasi, air bersih, pencahayaan, dan sirkulasi udara yang memadai.

“Dengan rumah yang aman, nyaman dan sehat, kami berharap mereka bisa lebih produktif sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya menjadi lebih baik,” ujar Budiharto.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno melalui Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengapresiasi kolaborasi yang memberikan manfaat langsung dan tepat sasaran bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan warga serta menghadirkan kehidupan yang lebih layak. Program ini dinilai selaras dengan visi Pemerintah dalam penyediaan tiga juta unit rumah untuk masyarakat dalam langkah memerangi kemiskinan ekstrem.

“Penyediaan Rumah Layak Huni menjadi tanggung jawab bersama dimana tersedianya hunian yang layak menjadi satu indikator keberhasilan pembangunan. Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal layak,” ucap Imron.

Program serupa telah dilakukan di sejumlah wilayah Jawa Tengah sejak 2022. Hingga 2025, sebanyak 626 hunian layak telah direalisasikan di sejumlah kabupaten/kota, antara lain Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Pada 2026, renovasi hunian kembali dilakukan di sejumlah daerah. Sebanyak 128 rumah di Kudus telah selesai direnovasi, disusul 10 rumah di Brebes dan 12 rumah di Salatiga. Di Wonogiri, 10 rumah warga kini telah mendapatkan perbaikan dan dibangun kembali menjadi hunian yang lebih layak.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |