Direktur Pemasaran PT Saige Teknologi Indonesia Tony Tang.
REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- PT Saige Teknologi Indonesia mengklaim tidak sekadar memasarkan kendaraan listrik global ke Indonesia. Perusahaan asal China itu menyebut sejumlah produknya telah disesuaikan secara khusus dengan karakter jalan, iklim, dan kebutuhan pengguna di Tanah Air.
Direktur Pemasaran PT Saige Teknologi Indonesia Tony Tang mengatakan, pasar kendaraan listrik Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar dalam satu dekade ke depan. Karena itu, perusahaannya memilih mengembangkan produk yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen lokal.
"Kami mendesain beberapa produk khusus untuk Indonesia. Sistem suspensi, sasis, hingga manajemen baterainya disesuaikan dengan kondisi di sini," kata Tony di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).
Menurut dia, kualitas produk yang dipasarkan di Indonesia tetap sama dengan yang dijual di China. Namun, terdapat sejumlah penyesuaian teknis karena kondisi geografis dan pola penggunaan kendaraan yang berbeda.
Tony mencontohkan, banyak wilayah di Indonesia memiliki kontur berbukit dan jalan yang lebih menantang dibandingkan kawasan perkotaan di China. Karena itu, Saige mengembangkan sistem suspensi yang lebih fleksibel dan memiliki daya tahan lebih baik untuk pasar domestik.
"Di Indonesia banyak daerah pegunungan dan kondisi jalannya beragam. Karena itu sistem suspensinya kami buat berbeda agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna," ujarnya.
Selain suspensi, perusahaan juga melakukan penyesuaian pada sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS). Menurut Tony, suhu udara yang relatif panas sepanjang tahun membuat kendaraan listrik memerlukan pengaturan termal yang berbeda dibandingkan negara yang memiliki empat musim.
"Untuk Indonesia kami menggunakan sistem baterai yang dirancang menghadapi kondisi panas. Itu bagian dari alasan mengapa kami selalu menekankan aspek keamanan," katanya.

5 hours ago
5
















































