Sulit Akses Layanan Kesehatan, Warga Jelbuk Kini Disambangi Nakes Lewat Homecare

8 hours ago 4

INFO TEMPO - Sembari menggendong buah hatinya, Imroah dengan penuh ketelatenan menenangkan tangis Kevin Maulana. Di usianya yang sudah 18 bulan, bobot tubuh Kevin hanya 7 kilogram. jauh di bawah rata-rata. Lahir dengan berat 2,3 kilogram, balita mungil ini kini harus berjuang melawan stunting.

Semangat Imroah untuk merawat anaknya tak pernah surut. Meski tinggal di lereng gunung tepatnya di Dusun Tenap, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, ia tetap rutin memeriksakan kesehatan sang anak.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Terlebih, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghadirkan program Homecare, yakni pelayanan kesehatan inovatif dengan sistem jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan dan diprioritaskan bagi kelompok rentan.

Meski tinggal di lereng gunung, akses kesehatan untuk anak Imroah kini jauh lebih dekat berkat program ini. Ia pun senang karena tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk berobat. “Alhamdulillah bahagia bisa ada pelayanan ini, biar anak saya jadi sehat. Senang diurusin sama pemerintah,” ujarnya sambil membawa susu formula pemberian tenaga medis dari Puskesmas Jelbuk usai melakukan pemeriksaan, pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Salah satu pemerima manfaat program Homecare, Intan Nur Aini, saat menjalankan pemeriksaan oleh petugas kesehatan Puskesmas Jelbuk, di Dusun Tancak, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, pada Sabtu, 25 Juli 2026. TEMPO/Besta

Tak jauh dari Dusun Tenap, Dusun Tancak juga menjadi sasaran program. Di dusun dengan akses jalan yang terjal dan terisolasi ini, tinggal Intan Nur Aini, ibu muda berusia 19 tahun yang baru dua bulan lalu melahirkan putrinya, Nadira Kansa Aulia.

Saat masa kehamilan, diketahui Intan masuk dalam kategori ibu hamil beresiko tinggi karena hamil di usia yang muda juga Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi itu membuat Intan menjadi salah satu sasaran program Homecare di masa nifasnya.

Kedatangan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jelbuk untuk melakukan pemeriksaan langsung di desanya membuatnya merasa terbantu. “Sekarang tidak usah jalan kaki lagi jauh-jauh. Alhamdulillah bisa didatangi ke sini,” ujarnya. “Jalannya itu kan susah Kalau bawa anak kecil seperti ini susah banget panas kasihan bayinya.”

Layanan Homecare ini memang menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan. Program ini diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti masyarakat berpenghasilan rendah, penderita penyakit kronis, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, dan anak-anak yang mengalami stunting.

Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida bersama rombongan saat melakukan home visit ke Dusun Tancak, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, pada Sabtu, 25 Juli 2026. TEMPO/Besta

Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, mengatakan layanan homecare dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat rentan. Ia menerangkan, saat ini Puskesmas Jelbuk bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan di enam desa dengan dukungan sekitar 40 tenaga kesehatan baik perawat ataupun bidan. Ia juga memaparkan jumlah warga yang menjadi sasaran layanan kesehatan di wilayah tersebut.

“Untuk ibu hamil, hampir 50 persen dari jumlah ibu hamil yang ada masuk dalam kategori risiko tinggi. Jumlah balita bermasalah atau balita stunting juga mencapai lebih dari 200 anak. Sementara itu, data lansia dan penyandang disabilitas juga sudah kami miliki,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam menjalankan tugas, pihaknya tidak melihat kondisi wilayah. Se-ekstrem apa pun medan yang harus dilalui, pelayanan tetap harus dijalankan agar akses layanan kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga, terutama mereka yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.

“Tadi kami berjalan hampir satu jam. Medannya naik turun, dan di sisi kanan dan kiri terdapat jurang. Jadi, kendaraan roda empat tidak bisa masuk dan lokasi hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Ia berharap, lewat program ini akses layanan kesehatan bisa semakin merata dan berkeadilan sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dengan baik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang telah meluncurkan program ini.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Gus Bupati karena program ini sudah diluncurkan. Program ini memberikan semangat kepada kami para tenaga kesehatan untuk melakukan pelayanan homecare secara maksimal,” katanya. “Mudah-mudahan tujuan dan harapan kita semua dapat tercapai, sehingga seluruh masyarakat Kabupaten Jember bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.” (*)

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |