TPNPB-OPM Klaim Tembak Tiga ASN di Wamena, Sebut Korban Agen Intelijen

28 minutes ago 2

Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) Botak Wanimbo bersama pasukannya selepas melakukan pembunuhan terhadap lima pekerja di Tolikara, Papua Pegunungan, Ahad (2/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama Darakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap tiga orang di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026). Ketiganya disebut merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Klaim tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Rabu (9/9/2026). Dalam pernyataannya, TPNPB menyebut ketiga korban sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia.

Menurut TPNPB, penembakan berlangsung sekitar pukul 15.15 WIT di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Operasi tersebut, menurut kelompok itu, dipimpin Komandan Batalyon Albu Mayor Ebaroak Gwijangge bersama Albu Paldo Nirigi.

TPNPB mengklaim sebelum penembakan, anggotanya menghentikan kendaraan yang ditumpangi para korban di jalur Trans Wamena-Tiom. Mereka mengaku melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan serta meminta para penumpang tetap berada di dalam kendaraan.

Namun, menurut versi TPNPB, para korban kemudian melarikan diri karena panik. Kelompok tersebut mengklaim melakukan penembakan karena khawatir para korban akan memberikan informasi kepada aparat keamanan mengenai keberadaan pasukan TPNPB di wilayah Muliama.

Rilis tersebut tidak menjelaskan secara rinci identitas ketiga korban maupun kondisi di lokasi setelah penembakan. Klaim mengenai status para korban sebagai agen intelijen juga belum dapat diverifikasi secara independen berdasarkan informasi dalam rilis tersebut.

Kontak senjata

TPNPB juga menyebut terjadi kontak senjata dengan aparat keamanan beberapa jam setelah penembakan. Peristiwa itu disebut berlangsung sekitar pukul 17.00 WIT ketika aparat menggunakan kendaraan.

Kelompok tersebut mengklaim tidak ada anggotanya yang menjadi korban dalam kontak senjata tersebut. Mereka juga menyatakan belum mengetahui apakah terdapat korban dari pihak aparat keamanan.

TPNPB kemudian mengeluarkan sejumlah peringatan terkait aktivitas masyarakat dan pemerintah di wilayah Wamena. Kelompok tersebut menyatakan tidak akan mundur dan mengklaim siap membuka medan perang di Kota Wamena.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |