Whoosh Berhenti di Kopo, KCIC Jamin Keamanan Operasional Whoosh Saat Cuaca Ekstrem

8 hours ago 3

Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Sejak dibukanya Posko Angkutan Lebaran hingga hari ini, penjualan tiket Whoosh telah mencapai lebih dari 100 ribu. Khusus hari ini, volume penjualan tercatat sekitar 14 ribu tiket dan masih berpotensi bertambah hingga keberangkatan terakhir. Sejumlah pemudik mengakui Whoosh membuat perjalanan lebih cepat dan efisien.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT KCIC menanggapi beredarnya konten video yang memperlihatkan kereta Whoosh berhenti di sekitar wilayah Kopo. Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim sempat dihentikan di KM 126+383 sekitar wilayah Kopo pada Jumat, 3 April pukul 16.45 WIB.

"Ini untuk memastikan keselamatan perjalanan akibat adanya penanganan benda asing berupa seng yang masuk ke jalur karena cuaca ekstrem," ujar Eva dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (5/4/2026).

Sebelumnya, kataEva, sistem sensor telah mendeteksi keberadaan benda tersebut sehingga dapat diantisipasi dan tidak membahayakan perjalanan. Eva menyampaikan penanganan selesai pada pukul 16.48 WIB dan pada pukul 16.49 WIB kereta kembali melanjutkan perjalanan.

"Operasional Whoosh tetap aman dan berjalan normal tanpa keterlambatan signifikan," lanjut Eva.

Eva mengatakan Kota Bandung dan sekitarnya dilanda hujan deras disertai angin kencang dan petir pada 3 April 2026 yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan fasilitas di sejumlah ruas jalan utama. Ia menyebut kndisi cuaca ekstrem tersebut memungkinkan benda ringan seperti seng terbawa angin dan masuk ke jalur.

"Namun demikian, tidak terdapat gangguan pada prasarana perkeretaapian lainnya dan seluruh infrastruktur tetap dalam kondisi aman," sambung Eva.

KCIC, lanjut Eva, menegaskan seluruh jalur Whoosh tetap aman dan dipantau melalui berbagai sistem keselamatan berlapis. Dia mengatakan sistem tersebut meliputi sensor deteksi benda asing, sensor hujan dan angin kencang, serta sistem deteksi gempa yang terintegrasi dengan kontrol perjalanan yang berada di Operation Control Center (OCC) atau pusat kendali operasi.

"Pemeriksaan jalur juga telah dilakukan pascakejadian dan seluruh prasarana Whoosh dipastikan dalam kondisi andal, sehingga Whoosh dapat beroperasi normal," kata Eva.

Eva menyampaikan seluruh perjalanan Whoosh pada hari ini berlangsung normal, situasi penumpang masih terlihat padat setelah libur panjang akhir pekan dari arah Bandung menuju Jakarta. Mayoritas penumpang berangkat dari Stasiun Padalarang.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |