8 Manfaat Mencoba Hal Baru, Mengurangi Stres hingga Meningkatkan Percaya Diri

8 hours ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Sahabat Cantika, kapan terakhir kali mencoba sesuatu yang benar-benar baru? Mungkin terdengar agak menakutkan, tetapi pengalaman baru justru bisa membawa banyak manfaat untuk pertumbuhan pribadi. Selain memberi perspektif segar, mencoba hal baru juga bisa menantang diri sendiri dengan cara yang positif sekaligus membantu memahami pikiran, kekuatan, kebiasaan, hingga emosi dengan lebih baik.

Bukan berarti rutinitas yang familiar itu buruk, tapi sesekali keluar dari pola yang sama juga penting untuk perkembangan diri.

Para ahli kesehatan mental pun menilai bahwa mencoba hal baru dapat memberi banyak dampak positif, mulai dari meningkatkan fleksibilitas otak hingga memperkuat ketahanan emosional. Berikut beberapa manfaatnya.

Manfaat Mencobal Hal Baru untuk Mental Health

1. Membantu Mengelola Stres dan Kecemasan

Mungkin terdengar berlawanan dengan intuisi, tetapi pengalaman baru sebenarnya dapat mengurangi tingkat stres, menurut Stephanie Steele-Wren, psikolog di PsychologyWorks.

Steele-Wren mengatakan mengambil risiko yang aman dapat membantu seseorang belajar merasa nyaman dengan ketidaknyamanan.

Jillian Amodio, terapis, profesor psikologi, sekaligus pendiri Moms for Mental Health, menjelaskan bahwa mencoba hal baru memang dapat memicu kecemasan. Namun, ketika seseorang berhasil melewati pengalaman tersebut alih-alih menghindarinya, otak akan membangun jalur saraf baru yang membantu kita berkembang.

Steele-Wren menambahkan, “Jika kamu menghindari hal-hal yang tidak familiar, tubuh tidak pernah belajar bahwa perasaan tidak nyaman dapat berlalu tanpa terjadi hal buruk,” jelasnya dikutip dari Real Simple.

2. Bikin Otak Lebih Fleksibel

Pengalaman baru juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otak. “Mencoba sesuatu yang baru merangsang neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membentuk koneksi saraf baru,” kata Doktor Krista Norris, pemilik praktik di Conscious Connection Therapy Services LLC.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman baru dapat mengaktifkan rasa ingin tahu dan memicu pelepasan dopamin ringan, yang berperan dalam motivasi, pembelajaran, dan memori.

“Dari perspektif psikologi mendalam, pengalaman baru dapat membangkitkan bagian diri yang belum dieksplorasi, mendukung pertumbuhan serta kemampuan beradaptasi,” ujarnya.

3. Membuat Hidup Terasa Lebih Menarik

Melakukan hal yang sama setiap hari membuat otak bekerja secara otomatis, namun saat kamu mengubah rutinitas, bahkan dalam hal kecil, otak akan menjadi lebih aktif.

“Perubahan kecil bisa membuat otak tetap tajam dan membantu mempertahankan neuroplastisitas,” kata Steele-Wren. Dengan kata lain, otak terus berevolusi untuk beradaptasi dengan perubahan di sekitar kita.

4. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Semakin sering kamu mencoba hal baru, semakin besar pula rasa percaya diri yang akan terbentuk. Amodio menjelaskan bahwa kepercayaan diri berkembang melalui pengalaman hidup, terutama saat seseorang menghadapi tantangan yang masih bisa dikelola.

Seiring waktu, pengalaman tersebut dapat membangun harga diri yang diperlukan untuk mengejar tujuan yang lebih besar.

“Otak tidak mengkotak-kotakkan kepercayaan diri hanya pada satu tugas tertentu,” kata Amodio. Sebaliknya, pengalaman hidup akan membantu menumbuhkan rasa percaya diri yang dapat digunakan di berbagai bidang kehidupan.

5. Memperkuat Ketahanan Emosional

“Pengalaman baru sering memicu aktivasi sistem saraf yang pada awalnya terasa seperti kecemasan,” kata Norris.

Namun ketika seseorang berhasil melewati situasi tersebut dengan aman, tubuh akan belajar bahwa ketidakpastian tidak selalu berarti bahaya.

“Secara somatik, ini membangun toleransi terhadap stres, sementara secara psikologis memperkuat kepercayaan diri,” jelasnya.

6. Meningkatkan Kesadaran Diri

Jika kamu ingin mengenal diri sendiri lebih dalam, mencoba hal baru bisa menjadi salah satu cara efektif.

Menurut Norris, pengalaman yang tidak familiar sering kali membantu seseorang menemukan kekuatan tersembunyi, minat baru, atau pola emosional yang sebelumnya tidak disadari. “Proses ini membantu mengintegrasikan berbagai bagian identitas sehingga seseorang merasa lebih stabil dan autentik,” ujarnya.

7. Menambah Koneksi Sosial Baru

Beberapa aktivitas baru, seperti menjadi relawan atau bergabung dengan komunitas berkebun, juga dapat membuka peluang untuk membangun koneksi sosial.

Menurut Norris, interaksi sosial positif dapat meningkatkan hormon oksitosin sekaligus menurunkan hormon stres. Amodio menambahkan bahwa mencoba hal baru juga memperluas perspektif seseorang sehingga lebih mudah memahami pengalaman orang lain dan membangun hubungan yang lebih bermakna.

8. Memperluas Zona Nyaman

Zona nyaman memang terasa aman, tetapi terlalu lama berada di sana dapat menghambat pertumbuhan diri.

Sebaliknya, Amodio menyebut ada yang disebut sebagai “zona peregangan”, yaitu situasi yang cukup menantang tetapi masih aman untuk dijalani. Di sinilah seseorang bisa belajar sesuatu yang baru. Setelah melewati pengalaman tersebut, zona nyaman pun akan semakin berkembang.

Tips Mencoba Hal Baru Tanpa Terasa Berat

Kamu tidak perlu mencoba sesuatu yang baru setiap hari untuk merasakan manfaatnya. Steele-Wren merekomendasikan melakukannya sekali seminggu sudah cukup untuk memberi perubahan positif tanpa membuat seseorang merasa kewalahan. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba.

1. Mulai dari hal kecil

“Mencoba hal baru tidak harus berarti perubahan besar dan mewah,” kata Steele-Wren. Mulailah dari aktivitas sederhana yang terasa ringan.

Norris juga menyarankan perubahan bertahap agar sistem saraf dapat beradaptasi dengan lebih baik, misalnya mengikuti kelas singkat atau mencoba aktivitas baru bersama teman.

2. Bersabar dengan prosesnya

“Mencoba hal baru membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketekunan,” kata Amodio. Setiap orang juga memiliki titik awal yang berbeda.

3. Lakukan untuk bersenang-senang

Banyak orang merasa harus hebat dalam sesuatu agar aktivitas tersebut layak dilakukan. Padahal, menurut Steele-Wren, mencoba sesuatu hanya untuk bersenang-senang justru dapat membuat pengalaman terasa lebih ringan dan tidak seperti kewajiban.

Norris juga menyarankan untuk menggeser pola pikir dari “apakah saya akan pandai dalam hal ini?” menjadi “apa yang bisa saya pelajari dari pengalaman ini?”

4. Ikuti minat pribadi

Alih-alih memilih pengalaman hanya karena populer, Amodio menyarankan untuk mempertimbangkan nilai, minat, atau impian pribadi agar pengalaman tersebut terasa lebih bermakna.

5. Luangkan waktu untuk refleksi

Setelah mencoba hal baru, Norris menyarankan untuk jeda dan memperhatikan bagaimana perasaan kamu secara fisik maupun emosional. Refleksi ini membantu otak memproses pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang aman dan bermakna, sekaligus meningkatkan kesadaran diri dan kepercayaan diri di masa depan.

Pilihan Editor: Benarkah Kesepian Bisa Ganggu Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya

REAL SIMPLE | SILVY RIANA PUTRI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |