Airlangga Sebut Dana Zakat hingga Wakaf Masih 'Berserakan', Potensinya Rp 343 Triliun

8 hours ago 10

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Simposium Sumbangan Ekonomi Pancasila, Ekonomi Islam, dan Ekonomi Konvensional di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang masih tersebar di berbagai lembaga. Padahal, potensi dana tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 343 triliun per tahun.

Airlangga mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mengoptimalkan keuangan sosial Islam. Menurut dia, diperlukan konsolidasi dan koordinasi agar dana yang selama ini tersebar dapat dikelola lebih optimal.

“Pemerintah mendorong sertifikasi halal dan optimalisasi zakat infak sedekah tadi disampaikan kalau ada lembaga pembiayaan yang terpusat ini persoalannya kan sekarang ini pembiayaan wakaf zakat infak itu terserak berserakan di berbagai lembaga dan ini menjadi tantangan bagaimana untuk disatukan ataupun dikoordinasi,” ujar Airlangga dalam Simposium Sumbangan Ekonomi Pancasila, Ekonomi Islam, dan Ekonomi Konvensional di Jakarta, Selasa (8/9/2026) lalu.

Dia mengatakan potensi dana umat tersebut sangat besar apabila dapat dikonsolidasikan. Pengelolaan yang lebih terkoordinasi dinilai dapat meningkatkan manfaat dana sosial keagamaan bagi masyarakat.

“Nah ini tadi yang disampaikan oleh Pak Menteri Agama potensinya besar kalau itu bisa terkonsolidasikan,” kata Airlangga.

Airlangga menyebut potensi ZISWAF di Indonesia mencapai sekitar Rp 343 triliun. Besarnya potensi tersebut menjadi salah satu ruang yang ingin dioptimalkan pemerintah dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

Airlangga menilai penguatan keuangan sosial tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi ekonomi. Pemerintah mendorong agar ekonomi syariah tidak hanya berkembang dari sisi industri dan perbankan, tetapi juga mampu mengoptimalkan dana sosial untuk pemberdayaan masyarakat.

Senada dengan Airlangga, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyoroti berbagai sumber dana umat yang selama ini belum dikelola secara maksimal. Ia bahkan menyebut potensi fidyah saja dapat mencapai sekitar Rp 3 triliun setiap tahun.

Selain zakat dan wakaf, Nasaruddin menghitung potensi dana dari kurban, dam, kaffarah, hingga aqiqah yang menurutnya juga mencapai triliunan rupiah. “Nah ini ekonomi aqiqah, ekonomi kurban, ekonomi dam, ekonomi kaffarah, ekonomi fidyah itu saja sudah triliunan tuh, tapi selama ini kita nggak pernah ngurus,” ujar Nasaruddin.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |