Allah Mencintai Orang yang Pemaaf dan Suka Menahan Amarah, Ini Sebabnya

9 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,Kemampuan menahan amarah dan memaafkan orang yang berbuat zalim bukan hanya menunjukkan kemuliaan akhlak, tetapi juga menjadi jalan meraih cinta Allah SWT. Kedua sifat tersebut termasuk amalan yang mengantarkan seorang mukmin kepada ampunan dan surga.

Menahan amarah dan memaafkan sesama merupakan dua akhlak mulia yang diperintahkan Allah SWT agar dimiliki oleh setiap hamba-Nya yang beriman. Kedua sifat ini memiliki kedudukan yang sangat agung di sisi Allah, meskipun manusia tidak sepenuhnya mengetahui besarnya pahala yang disediakan bagi orang-orang yang mengamalkannya pada hari kiamat.

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam Jinanul Khuldi, Naimuha wa Qushuruha wa Huruha menjelaskan, dapat dikatakan bahwa orang-orang beriman yang mampu menghiasi dirinya dengan sifat menahan amarah dan memaafkan akan memperoleh pahala yang besar, derajat yang tinggi, dan kedudukan yang mulia di surga Allah SWT.

Keagungan balasan tersebut dapat dipahami melalui rangkaian ayat-ayat dalam Surah Ali Imran, yang menjelaskan bahwa kedua sifat tersebut merupakan tujuan dan cita-cita setiap mukmin yang benar keimanannya kepada Allah SWT.

Menahan amarah bukanlah perkara yang mudah, terutama ketika kemarahan telah mencapai puncaknya. Demikian perbuatan memaafkan orang yang dengan sengaja berbuat zalim, menyakiti, dan merugikan diri kita bukanlah hal yang ringan. Terlebih lagi ketika seseorang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membalas atau mengambil haknya dari orang yang telah berbuat jahat kepadanya.

Karena itu, rangkaian ayat-ayat tersebut menjadi bukti nyata akan luasnya rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan sesama.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Wa sāri‘ū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin ‘arḍuhas-samāwātu wal-arḍ(u), u‘iddat lil-muttaqīn(a). Al-lażīna yunfiqūna fis-sarrā'i waḍ-ḍarrā'i wal-kāẓimīnal gaiẓa wal-‘āfīna ‘anin-nās(i), wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn(a).

Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS Ali Imran Ayat 133-134).

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |