Amnesty Mencatat 295 Pembela HAM Diserang Sepanjang 2025

2 hours ago 1

AMNESTY International Indonesia menyatakan sedikitnya 295 pembela hak asasi manusia (HAM) mengalami serangan sepanjang 2025. Amnesty bahkan menyebut 2025 sebagai the year of living dangerously bagi semua pihak yang berpikir kritis.

Selama paruh pertama 2025, Amnesty mencatat 104 pembela HAM mengalami serangan pada periode Januari hingga Juni. Meski lembaga ini telah merilis temuannya, pemerintah tidak mengindahkannya. Akibatnya, jumlah serangan meningkat tajam hingga mencapai 295 kasus pada akhir 2025.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan fakta bahwa hampir 300 pembela HAM mengalami serangan sepanjang 2025 belum mampu menggerakkan pemerintah untuk memberikan perlindungan.

Menurut Usman, para pembela HAM tersebut telah melaporkan rangkaian teror yang mereka alami sejak awal 2025. Nama aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, juga masuk dalam daftar 295 pembela HAM tersebut.

Pada Maret 2026, seseorang menyerang Andrie dengan air keras. Belakangan, penyelidikan mengungkap keterlibatan anggota TNI dalam serangan itu. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Amnesty juga mencatat sedikitnya 29 pembela HAM mengalami serangan.

Usman menilai Indonesia seolah berada di titik nadir bagi pembela HAM. Ia menambahkan, aparat negara kerap terlibat dalam penyerangan terhadap pembela HAM, seperti dalam kasus Andrie Yunus. “Sayangnya, negara mengabaikan tuntutan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap aktor kunci di balik serangan tersebut,” ujar Usman.

Pilihan Editor: Benarkah Polisi Menyiksa Demonstran untuk Membuat Pengakuan

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |