Bahlil: Pengiriman Perdana Minyak Mentah Rusia Sudah Tiba di Indonesia

5 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pengiriman perdana minyak mentah dari Rusia ke Indonesia telah dilakukan. Langkah tersebut menjadi realisasi awal dari komitmen kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia untuk memperkuat pasokan minyak nasional.

Bahlil mengatakan pengiriman tahap pertama dilakukan langsung oleh pemerintah melalui Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Menurut dia, keputusan tersebut diambil demi menjaga ketahanan energi nasional tanpa dipengaruhi kepentingan pihak lain.

"Tahap pertama sudah dilakukan oleh Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sudah kita lakukan tahap pertama melalui Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan diperintahkan lewat Lemigas karena kedaulatan bangsa enggak boleh diintervensi oleh negara lain," kata Menteri ESDM saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Bahlil menegaskan pemerintah berkepentingan menjaga kecukupan stok cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Karena itu, sumber pasokan minyak akan dipilih selama sesuai ketentuan dan menguntungkan bagi Indonesia.

"Kita lagi butuh minyak. Pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM, berkepentingan menjaga stok cadangan BBM kita. Saya nggak mau pusing mau ambil dari mana, yang penting tidak melanggar aturan," ujarnya.

Saat ditanya mengenai harga minyak dari Rusia, Bahlil tidak membeberkan rinciannya. Ia hanya memastikan harga yang diperoleh lebih baik dibandingkan alternatif lainnya. "Sudah, jangan tanya hargalah. Yang jelas lebih baik," kata Menteri ESDM.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan Indonesia berkomitmen mengimpor sekitar 150 juta barel minyak mentah dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan energi hingga akhir 2026. Pemerintah merampungkan skema pelaksanaan impor, termasuk opsi penugasan kepada badan usaha milik negara (BUMN) maupun melalui mekanisme kerja sama antarpemerintah (government to government/G2G).

Yuliot menjelaskan realisasi impor dilakukan secara bertahap karena kapasitas penyimpanan minyak di dalam negeri masih terbatas. Pasokan minyak mentah dari Rusia akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, industri petrokimia, hingga sektor pertambangan.

Bahlil menyatakan pemerintah telah mengamankan pasokan minyak mentah dari Rusia setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Vladimir Putin. Langkah tersebut ditempuh untuk menutup defisit pasokan minyak nasional yang masih mencapai sekitar 1 juta barel per hari akibat konsumsi domestik sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi nasional baru sekitar 600 ribu barel per hari. Pemerintah berharap diversifikasi sumber impor, termasuk dari Rusia, dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus menjaga stabilitas pasokan nasional.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |