Bakom Tegaskan Pemerintah Terus Tangani Karhutla di Tengah Agenda Luar Negeri Presiden

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Komunikasi (Bakom) RI menegaskan pemerintah terus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan di tengah agenda luar negeri Presiden Prabowo Subianto, termasuk kunjungan ke Rusia. Penanganan dilakukan melalui pengerahan personel, armada pemadam, pesawat, helikopter, dan alat berat di wilayah terdampak.

Deputy IV Bakom RI Ulta Levenia mengatakan, penanganan karhutla tetap berjalan melalui jajaran pemerintah dan aparat yang telah ditugaskan di lapangan. Menurut dia, Presiden sebelumnya telah memastikan mekanisme penanganan dan pembagian komando berjalan saat meninjau wilayah terdampak di Kalimantan.

“Presiden tidak datang sekadar untuk melihat kondisi di lapangan, tetapi memastikan mesin penanganan berjalan, rantai komando terbentuk, dan seluruh sumber daya negara bergerak,” kata Ulta dalam siaran pers, Ahad (6/9/2026).

Pada 22 Agustus 2026, Presiden mengunjungi Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk melihat langsung wilayah terdampak karhutla. Presiden kemudian memimpin rapat penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Dalam penanganan tersebut, jajaran TNI dan Polri dilibatkan berdasarkan wilayah. Pemerintah juga mengirim tambahan 100 unit mobil pemadam kebakaran dan 15 ekskavator ke wilayah terdampak.

Ulta mengatakan, berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), titik panas mencapai puncaknya pada 29 Agustus 2026. Setelah itu, tren hotspot menunjukkan penurunan.

Pada 1 September pagi, Presiden masih menerima laporan penanganan karhutla dari Panglima TNI dan Kapolri. Setelah penanganan di dalam negeri berjalan, Presiden menjalankan agenda luar negeri ke Rusia untuk menghadiri forum ekonomi internasional di Vladivostok.

Menurut Ulta, agenda luar negeri Presiden tetap dijalankan bersamaan dengan penanganan berbagai persoalan di dalam negeri. Ia mengatakan, pemerintah memiliki jajaran yang tetap bekerja menangani karhutla ketika Presiden menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri.

“Menjadi pemimpin negara sebesar Indonesia menuntut kemampuan menjalankan agenda dalam negeri dan luar negeri secara bersamaan. Keduanya tidak dapat dipertentangkan,” tegasnya.

Ulta mengatakan, kunjungan Presiden ke Vladivostok juga membawa sejumlah agenda kepentingan nasional, antara lain perdagangan bilateral, perjanjian dagang dengan Eurasian Economic Union (EAEU), kerja sama pupuk, benih unggul, energi, dan akses pasar bagi produk Indonesia.

Di sisi lain, ia menilai penanganan karhutla juga memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat, terutama kesehatan dan aktivitas pendidikan akibat paparan asap.

“Pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus memastikan aktivitas pendidikan tetap berjalan sekaligus memprioritaskan penanganan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap,” ujar Ulta.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |