PBB Laporkan Pembersihan Etnis Oleh Israel di Tepi Barat

2 hours ago 4

Warga Palestina memeriksa kerusakan pada rumah Farouq Ramadan, seorang warga Palestina yang syahid, di desa Tell, dekat kota Nablus di Tepi Barat, pada 11 Agustus 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Pasukan penjajah Israel secara paksa memindahkan seluruh populasi Palestina dari tiga kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki. Mereka juga telah mencegah puluhan ribu penduduk untuk kembali selama lebih dari satu tahun, menurut laporan baru dari Kantor Hak Asasi Manusia PBB.

Laporan berjudul Destruction of Palestinian Refugee Camps in Northern West Bank (Penghancuran Kamp Pengungsi Palestina di Tepi Barat Bagian Utara) ini mendokumentasikan dampak dari Operasi Iron Wall (Tembok Besi) Israel di kamp pengungsi Jenin, Nur Shams, dan Tulkarm.

Militer Israel meluncurkan operasi tersebut pada Januari 2025, dengan mengerahkan pasukan militer dan kepolisian di seluruh wilayah Tepi Barat bagian utara yang diduduki.

"Beberapa hari setelah dimulainya Operasi Iron Wall, pasukan keamanan Israel mengukuhkan kendali mereka atas kamp pengungsi Jenin, Nur Shams, dan Tulkarm serta memindahkan seluruh populasinya secara paksa," demikian bunyi laporan tersebut dikutip Palestine Chronicle.

Menurut PBB, pasukan Israel menewaskan warga sipil, menghancurkan ratusan rumah, merusak jalan serta infrastruktur lainnya, memutus pasokan air dan listrik, membatasi akses kemanusiaan, dan mendatangi rumah demi rumah untuk memerintahkan penduduk Palestina agar pergi.

Hingga Oktober 2025, sekitar 52 persen bangunan di kamp pengungsi Jenin telah hancur atau rusak, dibandingkan dengan 48 persen di Nur Shams dan 36 persen di Tulkarm.

Ketiga kamp tersebut termasuk di antara 19 kamp pengungsi yang didirikan di Tepi Barat yang diduduki untuk menampung warga Palestina yang mengungsi akibat Nakba, yaitu peristiwa pengusiran massal warga Palestina dari tanah air mereka pada tahun 1948.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyatakan bahwa kesaksian yang dikumpulkan dari warga Palestina yang mengungsi menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut mengenai tujuan operasi tersebut.

Beberapa penduduk mengatakan kepada penyelidik PBB bahwa petugas Israel memberi tahu mereka bahwa tidak akan ada lagi kamp pengungsi dan bahwa mereka semua harus "pergi ke Yordania."

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |