BNI Cetak Laba Jumbo Rp 5,68 Triliun Awal 2026, Ekonomi Domestik Tertopang

3 hours ago 1

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp 5,68 triliun pada kuartal I 2026. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp 5,68 triliun pada kuartal I 2026. Kinerja ini tumbuh dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,41 triliun, di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian pasar.

Kenaikan laba tersebut ditopang pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 11,02 triliun, meningkat dari Rp 9,83 triliun pada kuartal I 2025. Selain itu, pendapatan operasional lainnya juga naik menjadi Rp 5,66 triliun, seiring peningkatan transaksi dan aktivitas bisnis nasabah.

Di sisi lain, beban pencadangan ikut meningkat menjadi Rp 2,41 triliun, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya Rp 1,75 triliun. Kenaikan ini mencerminkan langkah antisipatif bank dalam menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan capaian tersebut menunjukkan daya tahan model bisnis perseroan. “BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Dari sisi masyarakat, pertumbuhan kinerja ini terlihat dari meningkatnya penyaluran kredit dan aktivitas transaksi. Hingga Maret 2026, kredit BNI tumbuh dua digit dan diikuti peningkatan dana murah, yang membantu menjaga biaya dana tetap efisien. Kondisi ini ikut menopang pembiayaan sektor riil, termasuk UMKM dan konsumsi rumah tangga.

Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menilai kombinasi pertumbuhan kredit, dana murah, serta pendapatan berbasis komisi menjadi kunci peningkatan laba. “Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,” kata dia.

Di tengah tekanan global, perbankan masih menjadi penopang ekonomi domestik. Penyaluran kredit yang tumbuh dan biaya dana yang terjaga memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap mengakses pembiayaan, sekaligus menjaga daya beli dan aktivitas usaha.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |