BPIP Ingatkan Dosen Muda Jaga Nasionalisme Saat Studi di Luar Negeri

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila kepada dosen muda dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam (UIN) yang akan melanjutkan studi doktoral di luar negeri. Pembekalan tersebut diberikan untuk memperkuat kesiapan para akademisi muda sebelum menempuh pendidikan di perguruan tinggi mancanegara.

Kegiatan bertajuk “Meneguhkan Semangat Kebangsaan di Luar Negeri” tersebut digelar di Gedung Sekolah Pascasarjana, Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam Program Persiapan Bahasa Asing dan Akademik (PPBA) Kementerian Agama melalui Perguruan Tinggi Pelaksana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2026. Selain persiapan bahasa dan akademik, program tersebut memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada para calon doktor.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri merupakan amanah sekaligus tanggung jawab untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia. Ia mengingatkan para dosen muda agar pengalaman akademik di luar negeri tidak membuat mereka kehilangan identitas kebangsaan.

"Jangan sampai setelah selesai studi di luar negeri, nasionalismenya malah luntur. Pengalaman para tokoh bangsa mengajarkan kita bahwa menuntut ilmu di mancanegara seharusnya semakin menguatkan identitas kebangsaan dan kecintaan pada Tanah Air. Kalian adalah calon-calon pemimpin masa depan yang kelak akan meneruskan kepemimpinan bangsa dan negara ini,” tegas Yudian.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar mengatakan, penguatan nilai kebangsaan perlu berjalan bersama peningkatan kompetensi akademik dan kemampuan bahasa asing.

“Pendidikan di luar negeri bukan hanya soal peningkatan kompetensi bahasa atau akademik semata, tetapi juga bagaimana para dosen muda ini tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan. Kami berharap para peserta dapat meneladani jejak para senior dan tokoh bangsa yang sukses menimba ilmu di luar negeri tanpa kehilangan jati diri sebagai manusia Indonesia,” ujar Asep.

Salah seorang peserta program PPBA mengatakan pembekalan tersebut menjadi, pengingat bagi para peserta untuk tetap memberikan kontribusi kepada Indonesia setelah menyelesaikan studi.

“Pembekalan ini memberikan suntikan semangat dan pengingat yang sangat berharga bagi kami. Kami bertekad tidak hanya menuntaskan studi dengan prestasi terbaik, tetapi kembali berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, BPIP dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap para calon doktor dapat menjalani studi di luar negeri dengan tetap menjaga nilai kebangsaan serta membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung kemajuan Indonesia.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |