Budaya 'Enggak Enakan' yang Diam-diam Melelahkan

9 hours ago 9

Image Annisa Dwi Yudistya

Eduaksi | 2026-08-01 10:45:19

Pernahkah kamu merasa sulit menolak permintaan orang lain meskipun sebenarnya sedang sibuk atau tidak sanggup melakukannya? Atau pernah mengiyakan sesuatu hanya karena takut dianggap tidak peduli? Jika iya, mungkin kamu sedang mengalami budaya "nggak enakan". Kebiasaan ini sering dianggap sebagai bentuk sopan santun, padahal jika dilakukan terus-menerus justru bisa menjadi beban bagi diri sendiri.

Budaya "nggak enakan" sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Sejak kecil, banyak orang diajarkan untuk selalu menghormati orang lain, membantu sesama, dan menjaga perasaan orang di sekitar. Nilai-nilai tersebut tentu baik, tetapi terkadang disalahartikan hingga membuat seseorang mengorbankan kenyamanan, waktu, bahkan kesehatannya demi memenuhi harapan orang lain.

Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Seseorang yang terlalu sering memendam perasaannya cenderung merasa lelah, stres, bahkan kehilangan kesempatan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Di sisi lain, orang-orang di sekitarnya mungkin menganggap bahwa ia selalu bersedia membantu, sehingga permintaan terus berdatangan tanpa mempertimbangkan kondisinya.

Belajar berkata "tidak" bukan berarti menjadi orang yang egois. Menolak dengan cara yang sopan justru merupakan bentuk menghargai diri sendiri sekaligus menjaga hubungan agar tetap sehat. Misalnya, ketika sedang memiliki banyak pekerjaan, kita bisa mengatakan, "Maaf, kali ini aku belum bisa membantu karena ada tugas yang harus diselesaikan." Dengan cara seperti ini, kita tetap bersikap baik tanpa harus memaksakan diri.

Membangun batasan atau boundaries juga menjadi langkah penting agar kebiasaan "nggak enakan" tidak terus menguasai hidup. Setiap orang memiliki waktu, tenaga, dan kemampuan yang terbatas. Karena itu, tidak semua permintaan harus dipenuhi. Menentukan batas bukan berarti menjauh dari orang lain, melainkan menjaga keseimbangan antara membantu sesama dan merawat diri sendiri.

Pada akhirnya, menjadi pribadi yang baik tidak selalu berarti harus mengiyakan semua permintaan. Sopan santun tetap penting, tetapi kesehatan mental, waktu, dan kebahagiaan diri juga tidak kalah berharga. Mulai sekarang, tidak ada salahnya belajar mengatakan "tidak" ketika memang diperlukan. Dengan begitu, kita bisa membantu orang lain tanpa mengorbankan diri sendiri.

Di Modifikasi AI: @Pinterest

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |