REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Perum Bulog menegaskan bahwa seluruh penggilingan padi yang menjadi mitra maklon wajib memiliki sertifikasi mulai tahun 2027. Kebijakan ini ditempuh guna meningkatkan standar mutu cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola oleh perusahaan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa sertifikasi merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas. Ia menegaskan bahwa penggilingan yang tidak lolos sertifikasi tidak akan memenuhi syarat untuk menjalin kerja sama dengan Bulog.
"Nah, inilah kita lagi mengajak teman-teman penggilingan-penggilingan untuk meningkatkan kualitasnya. Karena di tahun 2027 nanti, kami akan melaksanakan sertifikasi penggilingan-penggilingan padi. Tujuannya tidak lain dan bukan untuk meningkatkan kualitas," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Jaminan Mutu dan Kelayakan Konsumsi
Rizal menjelaskan, hanya penggilingan padi yang lulus sertifikasi yang berhak sekaligus memenuhi syarat menjadi mitra maklon Bulog. Sebaliknya, penggilingan yang tidak lolos tidak dapat menjalin kerja sama karena dianggap tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Melalui penerapan sertifikasi tersebut, Bulog ingin memastikan setiap beras yang diproduksi mitra memiliki mutu yang baik. Standar yang ditetapkan mencakup beras yang bersih, sehat, bebas bau, bebas kutu, serta layak dikonsumsi masyarakat.
"Nah, kalau nanti sudah ada sertifikasi, berarti penggilingan-penggilingan tersebut berhak dan wajib menjadi mitra maklonnya Bulog. Kalau tidak lulus sertifikasi, berarti tidak bisa, karena tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra Bulog," ujar dia.
Ia menegaskan Bulog tidak lagi hanya berfokus pada kuantitas penyerapan beras, tetapi juga memperkuat kualitas produk. Hal ini bertujuan agar cadangan beras pemerintah memiliki standar yang semakin tinggi dari waktu ke waktu.
Perkuat Kemitraan dan Tata Kelola Profesional
Menurut Rizal, kebijakan sertifikasi penggilingan padi diharapkan dapat memperkuat kemitraan Bulog dengan pelaku usaha penggilingan. Langkah ini sekaligus menghadirkan beras berkualitas bagi masyarakat melalui tata kelola yang lebih profesional dan berstandar.
"Jadi kita berdasarkan itu, sehingga intinya kualitas dari beras-beras Bulog ke depan semakin baik, kemudian berasnya sehat, bersih, tidak berbau, tidak berkutu. Harus betul-betul berkualitas beras yang kita berikan kepada rakyat," katanya menegaskan.
Sebelumnya, Rizal menegaskan Bulog memprioritaskan penggilingan padi milik rakyat sebagai mitra. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Bulog lebih banyak melibatkan penggilingan kecil untuk memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, agar Bulog memberdayakan penggilingan-penggilingan kecil yang miliknya masyarakat untuk menjadi lebih diberdayakan, hidup kembali. Karena di era-era yang lalu lebih cenderung menggunakan penggilingan-penggilingan besar," kata Rizal saat dihubungi di Jakarta, Rabu (29/7).
Bulog mencatat mitra penggilingan padi yang bekerja sama secara nasional telah mencapai puluhan ribu unit. Jaringan pengolahan beras yang semakin luas ini diharapkan dapat mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.
"Wah, kalau nasional puluhan ribu yang sudah kami kerja samakan," katanya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
2















































