Chicago Berdarah, 7 Tewas, Trump: Mengapa Gubernur Tak Hubungi Saya?

1 hour ago 4

Presiden AS Donald J Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kota Chicago dihebohkan dengan sejumlah kasus penembakan mematikan. Media Amerika mencatat tujuh nyawa sudah melayang yang menunjukkan kota ini menjadi 'berdarah'.

Ketika warga Chicago masih berusaha memahami akhir pekan paling berdarah dalam beberapa bulan terakhir, sebuah usulan yang jauh lebih kontroversial muncul dari Washington: pengerahan kekuatan federal untuk memulihkan keamanan kota.

Presiden Donald Trump bahkan menyatakan dirinya mampu mengubah Chicago menjadi kota yang aman hanya dalam waktu singkat. "Saya bisa menjadikan Chicago kota yang aman dalam SATU BULAN," tulis Trump di platform Truth Social, seraya mempertanyakan mengapa Gubernur Illinois JB Pritzker tidak meminta bantuan darinya, sebagaimana diberitakan sejumlah media Amerika pada Senin (22/6/2026).

Namun apakah persoalannya sesederhana itu?

Data awal Kepolisian Chicago menunjukkan sedikitnya dua lusin insiden penembakan terjadi sejak Jumat (19/6/2026) sore. Jalan-jalan kota yang seharusnya dipenuhi suasana liburan Juneteenth justru berubah menjadi lokasi kejahatan yang dipenuhi garis polisi dan kendaraan darurat.

Korban berjatuhan di berbagai lokasi. Seorang pria berusia 21 tahun tewas setelah ditembak di dada. Seorang pria berusia 18 tahun meninggal akibat luka tembak di bagian tubuhnya. Korban lain berusia 50 tahun juga tidak berhasil diselamatkan setelah terkena peluru.

Namun peristiwa yang paling menyita perhatian terjadi pada Jumat malam. Sebuah SUV berhenti di dekat kerumunan warga yang sedang berkumpul. Dua orang di dalam kendaraan itu kemudian melepaskan tembakan ke arah massa sebelum melarikan diri.

Dalam beberapa detik, suasana perayaan berubah menjadi kepanikan. Sebanyak 12 orang mengalami luka tembak. Mereka terdiri atas delapan pria dan empat perempuan berusia antara 17 hingga 47 tahun. Ambulans berdatangan, sebagaimana diberitakan Associated Press.

Korban dievakuasi ke empat rumah sakit berbeda. Seorang korban lain bahkan memilih menolak perawatan medis meski mengalami luka yang belum diketahui tingkat keparahannya.

Mengapa kekerasan terus berulang di kota yang selama bertahun-tahun menjadi simbol perdebatan tentang keamanan dan kriminalitas di Amerika?

Pertanyaan itu langsung mendapat respons dari Trump. Dalam unggahan berikutnya, ia kembali menawarkan bantuan federal dan mengklaim pendekatan serupa telah berhasil menekan kejahatan di sejumlah kota lain.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |