Selasa 23 Jun 2026 15:49 WIB
•
Oleh: Almarhum Alwi Shahab
REPUBLIKA.CO.ID, Batavia pada masa VOC pernah dijuluki Venesia dari Timur. Venesia adalah kota di Italia yang dikelilingi oleh sungai-sungai. Kota di Eropa Selatan ini didatangi banyak wisatawan mancanegara yang ingin menikmati wisata air.
Ketika membangun Batavia (1619), Jan Pieterzoon Coon, ingin meniru kota Amsterdam dengan membangun belasan kanal. Rumah-rumah dibangun di tepi kanal dengan pekarangan luas. Di tiap sisinya ditanam barisan pohon yang membuat jalan-jalan di sekitarnya begitu menawan dan tampak sejuk.
Walau air melimpah di Batavia, tapi para serdadu Kompeni yang datang dari Belanda sangat takut pada air dan jarang mandi. Ini sesuai dengan kebiasaan di negerinya yang beriklim dingin. Padahal, masyarakat di iklim tropis mandi sehari dua kali.
Karena mengikuti kebiasaan di negaranya, sampai tahun 1775 masih ada perintah gubernur jenderal yang melarang pemaksaan terhadap soldadoe garnizun agar mandi sekali seminggu. Jadi, untuk mandi pun harus dikeluarkan SK Gubernur Jenderal.
Namun para istri mereka yang hampir seluruhnya lahir di Indonesia berbeda. Mereka tak terlihat takut pada air dibandingkan suami-sumai mereka yang datang dari Belanda.
Kita dapat membayangkan bagaimana baunya warga kompeni bila mereka mandi hanya seminggu sekali. Tidak diketahui apakah pada abad ke-17 dan 18 itu sudah ada handuk untuk membersihkan badan, mengingat mereka mandi seminggu sekali.
Sabun pun di era itu belum ada. Mereka membersihkan badan dengan semacam batu yang pori-porinya terbuka.

1 hour ago
6

















































