Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Pemerintah China merespons latihan militer gabungan yang melibatkan Filipina, Amerika Serikat, dan Jepang di kawasan Laut China Selatan (LCS). China mengatakan, kawasan Asia-Pasifik membutuhkan stabilitas dan perdamaian di tengah meningkatnya aktivitas militer tersebut.
“Dunia sudah cukup banyak menyaksikan kerusakan yang ditimbulkan oleh unilateralisme dan penyalahgunaan kekuatan militer. Hal yang paling dibutuhkan oleh kawasan Asia-Pasifik adalah perdamaian dan ketenteraman,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers, di Beijing, Senin (20/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan di tengah dimulainya latihan militer tahunan yang untuk pertama kalinya melibatkan kontingen Jepang bersama ribuan tentara Amerika Serikat dan Filipina. Latihan tersebut mencakup simulasi tembakan langsung di wilayah utara Filipina yang menghadap Selat Taiwan, serta di provinsi yang berbatasan dengan Laut China Selatan yang disengketakan.
“Hal terakhir yang tidak dibutuhkan kawasan ini adalah perpecahan dan konfrontasi akibat masuknya kekuatan-kekuatan eksternal. Tidak ada kerja sama militer dan keamanan yang boleh dilakukan dengan mengorbankan saling pengertian dan rasa saling percaya, serta perdamaian dan stabilitas di kawasan ini,” ujar Guo Jiakun.
Ia menegaskan bahwa kerja sama militer tidak boleh menargetkan maupun merugikan pihak ketiga. “Bagi negara-negara yang menggantungkan keamanan mereka pada pihak lain, penting untuk senantiasa mengingat bahwa langkah ini sangat mungkin justru akan menjadi bumerang,” katanya.
Guo juga menyinggung peran Jepang di kawasan, dengan menyebut negara tersebut memiliki tanggung jawab sejarah terhadap negara-negara Asia Tenggara akibat agresi pada masa Perang Dunia II.
“Jepang perlu melakukan introspeksi mendalam dan serius terhadap sejarah agresinya, serta bertindak penuh kehati-hatian baik dalam ucapan maupun tindakan di bidang militer dan keamanan, bukan sebaliknya malah memamerkan kekuatan di Laut Cina Selatan dan merusak stabilitas di kawasan ini,” tegasnya.
sumber : Antara

3 hours ago
2














































