Kondisi Perumahan Emerelda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, KBB, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026). Lebih dari 100 orang diduga menjadi korban pembangunan rumah di lokasi tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pengembang Perumahan The Emeralda Resort akhirnya angkat suara terkait akhirnya angkat suara terkait dugaan penipuan pembangunan rumah di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Rumah yang dipesan konsumen tak kunjung dibangun meskipun uang sudah disetorkan kepada pihak developer sesuai kesepakatan.
Direktur Utama PT Siliwangi Anatha Bumi (SAB) Yana Priatna membantah tudingan adanya unsur penipuan dalam proyek pembangunan perumahan tersebut. Namun dia mengakui adanya keterlambatan pembangunan. Dana yang masuk dari konsumen diakuinya langsung digunakan untuk kebutuhan proyek, terutama pembebasan lahan dan pekerjaan awal di lokasi.
"Tidak ada niat penipuan, sertifikat masih cash on hand. Saya siap diaudit kapan saja. Kami fokus pada pelunasan tanah terlebih dahulu. Selain itu, proses perizinan cukup lama, begitu juga pekerjaan cut and fill. Akibatnya proyek mengalami keterlambatan," ungkap Yana saat dihubungi, Rabu (10/6/2026).
Yana mengurai kesalahan perusahaannya dalam melaksanakan proyek pembangunan perumahan mewah itu. Menurutnya, perusahaan melakukan sejumlah kesalahan dalam pengelolaan proyek yang The Emeralda Resort merupakan proyek berskala besar pertama yang dikelola perusahaannya. Sehingga terdapat kekurangan dalam aspek manajemen operasional, pemasaran, investasi, hingga pengelolaan organisasi.
"Mungkin karena ini pertama kalinya kami mengelola proyek dengan skala sebesar ini, ada kesalahan dalam manajemen, baik operasional, pemasaran, investasi maupun hal lainnya," ujar Yana.
Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan dana dalam jumlah besar untuk menyelesaikan pembebasan lahan sebelum memulai pembangunan fisik secara maksimal. Kemudian biaya operasional dan pemasaran yang cukup besar juga turut membebani keuangan perusahaan. Kondisi tersebut diperparah situasi ekonomi yang membuat pemasukan tidak sebanding dengan pengeluaran.
"Ya, untuk pembebasan tanah, cut and fill, dan progres lainnya. Saya akui juga ada kesalahan karena biaya operasional, pemasaran, dan penjualan terlalu besar. Ditambah berbagai krisis yang terjadi, pemasukan tidak sejalan dengan pengeluaran sehingga kami mengalami masalah cash flow," jelas Yana.

5 hours ago
4
















































